Tekan Angka Stunting di Lutim, Tiga Rumah Gizi Diresmikan

39
ADVERTISEMENT

LUTIM — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur, Hj. Sufriaty bersama Ketua Bidang IV TP PKK, Hj. Masrah Bahri Suli beserta jajaran Pokja IV TP PKK Lutim, meresmikan Rumah Gizi di tiga desa sebagai lokus stunting yakni Desa Lagego, Jalajja, Kecamatan Burau dan Desa Bawalipu Kecamatan Wotu, Senin (12/6/2023). Sufriaty berharap, setelah diresmikannya Rumah Gizi bagi anak dengan kategori stunting sekaligus pendampingan Gizi, diharapkan mampu menekan angka bahkan jika bisa mencapai zero stunting khususnya di lima lokus dari 125 desa.

“Bukan hanya berkurang, kami sangat berharap dengan kolaborasi kita bersama. Selain itu, tidak boleh lagi ada anak yang lahir dengan kategori stunting. Sehingga sangat diperlukan pemantauan dari camat, kepala desa, para kader posyandu dan seluruh pengurus TP PKK,” harapnya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, ia menyampaikan, kehadiran Rumah Gizi ini bertujuan untuk mengintervensi ataupun melakukan pendampingan terhadap anak dengan kategori stunting, dan ibu hamil yang kurang gizi, agar asupan gizi yang dibutuhkan dapat terpenuhi dengan baik sehingga anak dengan kategori stunting bisa kembali normal dan tidak ada lagi anak yang lahir dengan kategori stunting.

“Semoga dengan wadah rumah gizi ini, Insha Allah angka stunting dapat mengalami penurunan,” tambahnya. Menurut Sufriaty, penanganan stunting ini tidak hanya melibatkan seluruh kader Posyandu maupun TP PKK. Namun juga membutuhkan kerjasama seluruh stakeholder untuk mewujudkan Lutim Zero Stunting.

ADVERTISEMENT

Kepada seluruh orang tua dan ibu hamil, ia mengingatkan agar senantiasa menjaga pola hidup sehat dengan makan-makanan bergizi dan selalu datang ke Posyandu untuk mengetahui pertumbuhan anak. “Seribu hari kelahiran pertama juga yang perlu diperhatikan sampai usia dua tahun. Ini sangat penting karena di tahun itulah pembentukan otak anak, seperti yang kita ketahui bahwa stunting itu bukan penyakit tetapi adanya pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan usianya,” tandasnya.

Terakhir, Sufriaty berpesan, tidak hanya tugas dan tanggungjawab utama seluruh kader, tetapi diharapkan peran serta seluruh stakeholder maupun elemen masyarakat untuk turut menyampaikan terkait pentingnya penanganan stunting dan bahaya serta cara penanganananya. “Saya sangat berharap, bukan hanya bertugas pada saat posyandu saja tetapi mari kita laksanakan tugas setiap saat dimanapun kita berada,” tutupnya.

Pada kesempatan ini, Sufriaty juga menyerahkan makanan sesuai dengan kebutuhan gizi setiap anak dan ibu hamil, menyerahkan vitamin penambah darah bagi remaja serta menanam pohon kelor di depan Rumah Gizi Desa Bawalipu. Turut hadir Camat Burau, Ketua TP PKK Kecamatan Burau, Kepala Desa Lagego beserta Ketua TP PKK Desa Lagego dan jajaran, Kepala Desa Jalajja beserta Ketua TP PKK Desa Jalajja dan jajaran, Kepala Desa Bawalipu beserta Ketua TP PKK Desa Bawalipu, Forkopimda Desa, para kader Posyandu, Pendamping Gizi Desa, Ketua TP PKK Kecamatan Wotu, anak dengan kategori stunting, dan ibu hamil. (rls/roy)

ADVERTISEMENT