Miris! Tepat Setahun Usia Covid-19 di Indonesia, Varian dari Inggris yang Lebih Ganas Malah Terdeteksi Sudah Masuk

86
Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono. (Foto: Liputan6.com)
ADVERTISEMENT

JAKARTA–Setahun sudah usia pandemi corona di Indonesia tepat hari ini, Selasa 2 Maret 2021.

Namun yang bikin miris, Indonesia kini malah dapat tantangan baru.

ADVERTISEMENT

Varian corona baru dari Inggris, yang disebut para ahli jauh lebih menular dari varian Wuhan, telah ditemukan pula di Indonesia. Waduh!

“Tadi malam saya mendapatkan informasi bahwa dalam tepat satu tahun hari ini kita menemukan mutasi B117 UK mutation di Indonesia. Ini fresh from the oven, baru tadi malam ditemukan 2 kasus,” kata Wamenkes Dante Saksono dalam jumpa pers virtual, Selasa (2/3).

“Artinya apa? Artinya kita akan menghadapi pandemi ini dengan tingkat kesulitan yang semakin berat,” kata Dante.

ADVERTISEMENT

Varian baru dari Inggris itu diketahui dari 462 whole genome sequencing yang sudah dilakukan. Ini harus segera diantisipasi oleh pemerintah Indonesia.

“Dalam beberapa bulan ini kita sudah menemukan 2 kasus tadi malam, dan refleksi itu akan membuat tantangan baru kita ke depan untuk lebih mengembangkan riset yang semakin cepat,” tutur Dante.

“Model penanganan yang lebih baik dan studi epidemiologis secara analitik karena proses mutasi ini sudah ada di sekitar kita,” tutup dia, melansir Kumparan.

Ini Gejalanya

Varian Corona Inggris B117 ini sebelumnya sudah menyebar di setidaknya 60 negara, berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Varian Corona Inggris B117 yang diyakini 70 persen lebih menular ini juga merebak di Singapura dan India.

Namun, gejala COVID-19 yang dilaporkan beberapa pasien yang terkena varian Corona B117 ini berbeda dengan biasanya. Apa saja?

1. Kelelahan dan merasa lesu

Para pakar Inggris menemukan pasien Corona baru-baru ini lebih umum mengalami gejala COVID-19 kelelahan di awal terpapar. Kelelahan akibat infeksi COVID-19 varian baru ini disertai dengan rasa pusing.

Alasan pasien Corona bisa mengalami gejala ini salah satunya disebabkan adanya sitokin dalam sistem kekebalan tubuh, respons dari reaksi infeksi yang menyerang tubuh. Efek samping melawan patogen dapat membuat tubuh merasa lelah terus menerus.

2. Mual hingga pusing

Selain itu, gejala COVID-19 neurologis seperti pusing, kelelahan, hingga mual juga ditemukan pada pasien Corona Inggris. Sulit membedakan gejala ini dengan penyakit lainnya lantaran bisa juga dipicu kondisi lain.

Namun, satu-satunya cara yang bisa dilakukan saat muncul gejala COVID-19 mual hingga pusing di awal terpapar adalah istirahat yang cukup dan mengatur pola makan. Sebisa mungkin menghindari lebih dulu olahraga berat.

3. Nyeri otot

Varian baru Corona B117 Inggris juga membuat para pasien mengalami nyeri otot. Jumlah kasus yang mengalami gejala COVID-19 nyeri otot ini juga meningkat dua kali lipat di Inggris.

Sebenarnya, penyebab nyeri otot bisa terjadi karena myalgia. Kondisi saat virus menyerang serat otot dan lapisan jaringan penting.

Adanya peradangan secara luas juga bisa menyebabkan nyeri sendi, rasa lemah dan nyeri tubuh selama terpapar. Jika mengalami gejala COVID-19 ini ada baiknya kamu segera melakukan tes.

Selain tiga gejala tersebut, berikut gejala COVID-19 lain yang ditemukan Layanan Kesehatan Inggris (NHS), dikutip dari Express UK.

1. Sakit (radang) tenggorokan
2. Diare
3. Konjungtivitis (mata merah)
4. Sakit kepala
5. Ruam pada kulit
6. Perubahan warna (discolouration) pada jari tangan dan kaki.

(*)

ADVERTISEMENT