Ternak Babi Mati Akibat Virus ASF di Luwu Timur Terus Bertambah, Kini Sudah 18.726 Ekor

133
ADVERTISEMENT

MALILI — Serangan virus Arfican Swine Fever (ASF) di Luwu Timur belum berakhir. Data terakhir menunjukkan, sudah 18.726 ekor yang mati akibat terserang virus ASF. Jumlah ini sesuai data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Luwu Timur per Rabu, 17 Mei 2023. Dokter hewan Dinas Pertanian Luwu Timur, I Gusti Ngurah mengatakan sebanyak 10 dari 11 kecamatan terserang virus.

“Hanya di Kecamatan Nuha belum ada kasus ternak babi mati terserang ASF,” kata I Gusti Ngurah, kepada wartawan. I Gusti Ngurah mengatakan kendala dalam penanganan virus ASF yaitu penerapan biosekuriti yang masih perlu ditingkatkan. “Apalagi pemeliharaan ternak babi masih kebanyakan pemeliharaan konvensional,” katanya. Tujuan dari biosekuriti adalah mencegah semua kemungkinan penularan dan penyebaran penyakit.

ADVERTISEMENT

Penerapan biosekuriti pada seluruh sektor peternakan, akan mengurangi risiko penyebaran mikroorganisme penyebab penyakit yang mengancam sektor tersebut. Dinas pertanian dari segala bidang ikut memberikan sosialisasi dan edukasi secara luas mengenai virus ASF. Gusti menjelaskan virus ini tidak bersifat zoonosis jadi tidak terjadi penularan dari hewan ke manusia. “Yang terserang dari virus ini hanya hewan babi,” kata Gusti.

Pemerintah juga melakukan upaya untuk pencegahan agar penyebaran tidak terjadi secara meluas. “Kami selaku petugas teknis melakukan penyuluhan dan edukasi untuk menerapkan tindakan biosekuriti,” “Penyemprotan kandang dengan desinfektan , pemisahan ternak yang sakit dengan yang sehat dan lakukan penguburan, jika terdapat ternak yang sudah mati akibat infeksi virus ASF,” imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Ternak babi yang banyak dilaporkan mati ada di Kecamatan Mangkutana, seperti di Desa Maleku dan Kecamatan Tomoni Timur. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Luwu Timur menerjunkan alat berat berupa excavator untuk mengubur ternak babi ini. “Kita turunkan alat untuk bantu kuburkan babi yang mati ini,” ujar Sekretaris Dinas PU Luwu Timur, Heriwanto Manda.

Upaya penguburan ini sebagai langkah mencegah virus ini menular ke ternak babi yang masih hidup. African Swine Fever (ASF) adalah penyakit viral pada babi yang sangat menular, menimbulkan berbagai perdarahan pada organ internal dan disertai angka kematian yang sangat tinggi. Babi peliharaan (domestik) adalah hewan yang paling peka terhadap penyakit ASF. Kasus ini mulai diketahui dan ditelusuri saat ditemukan banyak bangkai babi yang dibuang di pengairan sawah di wilayah Kecamatan Tomoni Timur. (*)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT