Tidak Hanya Membunuh, Gerombolan KKB juga Perkosa Gadis-Gadis Desa, Pendeta Jupinus: Mereka Sangat Keji

7184
KKB Papua terus berulah di berbagai wilayah atau distrik di Papua. (ft/ist/seputarpapua.com)
ADVERTISEMENT

TIMIKA–Gerombolan Kelompok Bersenjata (KKB) yang selama ini meresahkan di Distrik Beoga, Puncak, termasuk di beberapa distrik lainnya di Papua, ternyata tidak hanya membunuh orang tak berdosa dan membakar fasilitas publik. Para gerombolan KKB juga ternyata berbuat keji memperkosa gadis-gadis di desa.

Salah seorang pendeta di Distrik Beoga, Puncak, Papua, Pendeta Jupinus Wama menyebut, gerombolan KKB tidak hanya membunuh warga, tetapi memperkosa juga gadis-gadis di desa.

ADVERTISEMENT

Akibat ulah gerombolan KKB, Pendeta Jupinus menyebut jika daerah Beoga menjadi hitam. “Kami para gembala (gereja) su tidak dianggap lagi. Kampung Kami (Beoga) su hitam karena mereka (KKB),” kata Pendeta Jupinus Wama, Sabtu (17/4/2021).

Dikutip dari detik.com, dari rilis Satgas Nemangkawi, disebut Pendeta Jupinus Wama berasal dari Kampung Julukoma, Distrik Beoga. Dia juga merupakan pegawai yang mendampingi aparat TNI dan Polri yang melihat proses olah TKP di bangunan sekolah yang dibakar KKB.

KKB membakar bangunan sekolah, membunuh dua guru pendatang, merusak rumah warga asli, dan memperkosa anak-anak gadis warga yang berusia di bawah umur. Pendeta Jupinus lantas mencurahkan isi hatinya. Pendeta Jupinus tidak dapat menoleransi perbuatan KKB yang tidak beradab.

“Masyarakat marah, tuan tanah marah, Tuhan marah. Kami semua su (sudah) marah sekarang. Mereka kasih hancur bukan hanya gedung sekolah saja, tapi kita punya anak-anak perempuan mereka kasih hancur. Kami su di rumah, rumah pun mereka kasih hancur,” kata Jupinus mencurahkan kepedihan warga atas perbuatan tak berperikemanusiaan KKB. Dia menyebut ‘anak-anak perempuan mereka kasih hancur’ yang artinya pemerkosaan KKB terhadap gadis-gadis desa.

Pendeta Jupinus mengatakan sesungguhnya sejumlah warga masih dirundung kekhawatiran akan kemunculan KKB. Kehadiran TNI-Polri membuat Pendeta Jupinus dan warga merasa aman.

“Sekarang su aman, Bapak-bapak su datang, kita panggil kembali keluarga yang sudah hilang di hutan dan guru-guru,” ujar Pendeta Jupinus.

Dalam sepekan terakhir, KKB telah mengakibatkan empat nyawa melayang, meliputi nyawa warga yang berprofesi sebagai guru hingga tukang ojek. KKB merusak sekolah, rumah warga, dan membakar rumah anggota DPRD di Beoga.

Pada Kamis (8/4), seorang guru SD atas nama Oktavianus Rayo (43) tewas ditembak KKB di Kampung Julukoma. Pada Jumat (9/4), guru SMP bernama Yonathan Randen tewas ditembak KKB. Tukang ojek bernama Udin (41) tewas ditembak KKB di Pasar Ilaga, pada Rabu (14/4). Pada Kamis (15/4), seorang pelajar SMA di Ilaga tewas ditembak KKB. (***)

ADVERTISEMENT