Timbangan Portable Disiapkan, Muatan Lebih Delapan Ton Tak Bisa Melintas di Jalur Alternatif Palopo

611
Kendaraan yang ingin melintas di jalur alternatif Palopo ditimbang. (Foto : Chaliq SeruYA)
ADVERTISEMENT

PALOPO — Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Muhammad Arafah Palu meninjau perbaikan Jembatan Miring Kota Palopo, Rabu (17/11/2021) sore. Jembatan miring ialah penghubung antara Kota Palopo dengan Walenrang-Lamasi (Walmas), Kabupaten Luwu.

“Kami ingin mengecek sejauh mana progres perbaikan Jembatan Miring ini. Alhamdulillah, jika cuacanya mendukung, jembatan ini dapat segera digunakan,” ungkap Arafah.

ADVERTISEMENT

Dia juga menjelaskan, ada dua jalur alternatif yang disediakan bagi warga. Hanya saja, karena kondisi jalur tersebut sempit dan kurang maksimal untuk dilalui kendaraan berat dan besar.

Kondisi tersebut diperparah apabila hujan turun. Untuk itu, kendaraan yang muatannya lebih dari delapan ton tidak diperbolehkan melalui jalur alternatif.

“Kami menyiapkan timbangan portable sebelum masuk jalur alternatif. Bila kendaraan melewati delapan ton, maka kendaraan tersebut akan disuruh putar balik,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala jembatan timbang Walenrang, Adhy Hartono. Dia mengatakan kebijakan ini diambil demi kelancaran lalulintas di jalur alternatif.

Sebab, banyak kendaraan yang terjebak di jalur alternatif dan menyebabkan kemacetan panjang. “Kami juga mengimbau kepada pengusaha angkutan penumpang dan barang agar lebih memahami kondisi saat ini. Tunggu sampai Jembatan miring rampung, baru truk bermuatan lebih dari delapan ton bisa melintas,” kata Adhy Hartono. (hwn/liq)

ADVERTISEMENT