Update Terbaru Tabrakan Maut Tewaskan 5 Warga Bone di Lutim, Ternyata Gegara Pindah Jalur ke Kanan, Kok Bisa?

11756
Jenazah korban tabrakan maut di poros Burau saat akan dievakuasi ke RSUD I Lagaligo Wotu, Sabtu (1/2/2020)

MALILI–Penyebab kecelakaan maut yang menewaskan lima orang di Jalan Trans Sulawesi, poros Burau, Kabupaten Luwu Timur (Lutim) masih didalami pihak kepolisian. Dugaan sementara, tabrakan melibatkan bus Bintang Timur dengan nopol DP 7879 FH dengan mobil Avanza bernopol DN 582 AT lantaran mobil Avanza berkecepatan tinggi masuk ke jalur bus atau pindah jalur ke kanan.

Saat yang bersamaan, dari arah berlawanan arah di ruas kanan, melaju bus Bintang Timur. Mobil Avanza yang melaju dari arah Malili menuju Masamba atau dari utara ke timur ini rusak berat. Sopir Avanza, Amin Halide, tewas terjepit bersama empat penumpang mobilnya. Seorang penumpang bernama Aksan Ronal luka-luka.

BACA JUGA:  Dua Ambulance Pemkab Lutim Bawa Jenazah 5 Korban Tewas Tabrakan Maut ke Bone

Empat penumpang lainnya yang tewas, yakni suami istri Muhammad (45) dan Warni (42), dan satu anaknya Andi Tiara Aprilia (6), ketiganya warga Camming, Desa Cumpaga, Kecamatan Liburang, Kabupaten Bone. Korban tewas lainnya adalah Hendra (21), warga Libureng, Desa Selli, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone.

Tabrakan maut ini terjadi pada Sabtu (1/2/2020) subuh lalu, sekitar pukul 04.55 WITA, di Dusun Burau, Desa Temboe, Kecamatan Burau, atau tepat depan SMPN 2 Burau. Kondisi mobil Avanza hancur pada bagian depan, sedangkan bus Bintang Timur ringsek cukup berat akibat saling hantam dengan kecepatan tinggi.

Tabrakan maut ini sangat viral di media sosial, lantaran foto-foto korban dan kondisi kedua kendaraan yang bertabrakan ramai diposting warganet. Bahkan, sampai Sabtu siang lalu, warga masih berdatangan ke lokasi kejadian untuk menyaksikan Bus Bintang Timur dan bangkai mobil Avanza yang masih berada di lokasi kejadiaan.

BACA JUGA: MENGENASKAN! Suami Istri Bersama Putrinya Ikut Jadi Korban Tewas Tabrakan Maut di Lutim

Dirlantas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Santoe, mengatakan, informasi sementara yang dirangkum kepolisian, bus Bintang Timur dengan nopol DP 7879 FH berjalan dari arah Palopo ke Sorowako atau barat ke timur dengan kecepatan tinggi. Dari arah berlawanan melintas minibus Toyota Avanza bernopol DN 582 AT yang juga berkecepatan tinggi.

Namun Avanza yang dikemudikan korban, Amin Halide dari arah Mangkutana ke Masamba ini pindah ke jalur kanan, sehingga kecelakaan tak terhindari. “Dalam insiden ini, lima orang tewas, dan satu orang kritis,” kata Kombbes Frans.

Sementara Kapolres Lutim, AKBP Leonardo Panji Wahyudi mengatakan, mobil Avanza yang bertabrakan dengan Bus Bintang Prima, memuat warga Bone asal Palu, Sulawesi Tengah. Para penumpang Avanza tersebut hendak pulang ke kampung halamannya di Bone.

“Dari lima korban tewas, ada pasangan suami istri bersama seorang putrinya ikut jadi korban tewas, termasuk seorang pemuda bernama Hendra,” kata Kapolres, AKBP Leonardo, seraya menyebutkan, sopir Bus Bintang Timur langsung diamankan ke Polsek Burau setelah tabrakan maut tersebut terjadi.

Jenazah para korban tewas dievakuasi ke kamar mayat RSUD I Lagaligo Wotu, termasuk korban luka-luka. Menurut Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD I Lagaligo Wotu, Suhelmi Daras, setelah keluarga para korban tiba di RSUD setempat, jenazah lima korban tewas diambil sanak keluarganya untuk dipulangkan ke kampung halamannya.

BACA JUGA:  Asal Tak Jadi Beban Pusat, Menpan-RB Persilakan Daerah Angkat Honorer

“Sekitar pukul 17:00 wita, Sabtu sore, para korban langsung diberangkatkan menggunakan 2 mobil jenazah milik Pemda tersebut menuju ke Kabupaten Bone,” katanya.

TIBA DI BONE

Dari lima korban tewas, empat orang diantaranya adalah warga Bone. Empat jenazah asal Bone tersebut, tiba di kampung halaman, Minggu (2/2/2020) dini hari, sekitar pukul 02:00 Wita. Isak tangis menyambut jenazah para korban dari sanak keluarganya. Terutama jenazah tiga orang, yakni pasangan suami istri dan putrinya.

Dari empat korban tersebut, tiga diantaranya satu keluarga yang beralamat di Kelurahan Ceppaga, Kecamatan Libureng. Mereka adalah suami istri Muhammad (48), dan Warni (45), serta putrinya, dan Tiara.

BACA JUGA:  Ketegaran Riska Ramadila, Siswi Cantik Idap Tumor Berharap Sembuh Tanpa Amputasi Kakinya

Jenazah Muhammad bersama istri dan putrinya usai salat Ashar dimakamkan di pemakaman umum Camming, tak jauh dari Pabrik Gula Camming. Makam ketiga korban saling berdekatan.

Begitupun mayat Hendra dimakamkan sanak keluarganya di Desa Selli, Kecamatan Bengo, Bone. “Jenazah empat warga Bone yang jadi korban tewas kecelakaan di Lutim sudah dimakamkan pihak keluarganya,” ujar Kapolsek Libureng, AKP Hajriadi.

Hingga malam tadi, Minggu (2/2/2020), korban luka-luka tabrakan maut ini, Aksan Ronal masih dirawat di RSUD I La Galigo, Wotu. Saat pertama kali dilarikan di RSUD I La Galigo, kondisi Ronal Aksan sangat kritis dengan sejumlah luka di badannya. “Masih dalam tahap pemulihan (Ronal Aksan). Habis operasi lengan kanan,” kata Humas RSUD I La Galigo, dr Hirfan.

BACA JUGA:  Martinus, Sopir Bus Bintang Timur Ngaku Jalurnya Tiba-Tiba Disalip Avanza, Brakk!!! 5 Penumpang Tewas Setelah Tabrakan Maut di Lutim

Menurut dr Hirfan, Aksan selain mengalami luka serius di lengan kanan, juga mengalami luka memar di muka akibat benturan. “Kondisinya semakin membaik,” kata dr Hirfan. (iys/cbd)