Usai Divaksin di Sekolah, Siswa di Enrekang Alami Demam dan Tidak Bisa Jalan

387
ADVERTISEMENT

ENREKANG — Seorang siswa mengalami demam tinggi dan tidak bisa berjalan usai divaksin tahap pertama di Sekolahnya, SMA 2 Enrekang. Siswa itu bernama Andi Muhammad Dirga Erlangga (15).

Dilansir dari SINDOnews, Dirga merasa kesakitan di kedua lutut dan pergelangan kakinya saat ingin menuju toilet, sehingga harus merangkak atau digopoh keluarganya.

ADVERTISEMENT

Hal ini disampaikan Orang Tua Dirga Andi Ernawati. Dia mengaku hal itu didapatkan setelah menjalani vaksinasi di sekolahnya. “Demam, sampai digopoh jika mau ke toilet. Kaki dan tangannya tak bisa bergerak,” ujar Andi Erna, Senin, (13/9/2021).

Selain itu, sang ibu juga menyayangkan dan panik tak ada pemberitahuan dari pihak sekolah jika akan melalukan vaksin ke siswa. Dirinya baru mengetahui jika putranya telah divaksin setelah melihat kartu vaksinnya. “Mestinya kan beritahu orang tuanya. Kalau sudah begini, saya panik dengan keadaan anak saya,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Salman Salah Satu Tim Kerja Vaksinasi Dinkes Enrekang mengatakan, kondisi seperti yang dialami Dirga disebut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Hal seperti ini kerap terjadi kepada orang yang telah divaksin yaitu mengalami demam, nyeri pada tulang dan sebagainya.

“Kalau orang divaksin itu dimasukkan ke dalam tubuhnya virus Covid-19, tapi yang sudah dilemahkan. Biasanya muncul gejala mirip Covid-19 tapi dengan gejala ringan. Yang dialami Andi Dirga ini gejalanya sedikit keras karena menyebabkan dia tak bisa berjalan,” jelas Salman.

ADVERTISEMENT

Untuk itu, Tim ini akan melaporkan secara berjenjang hasil penelusurannya kepada Komda KIPI Sulsel. Pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kesehatan Andi Dirga.

Sementara Kepala dinas kesehatan, Sutrisno meminta pihak sekolah agar memantau perkembangan siswanya yang telah divaksin. Jika ada Siswa yang setelah divaksin tak masuk sekolah, maka harus dipertanyakan apakah siswa tersebut mengalami KIPI atau dalam kondisi baik-baik saja. (*)

ADVERTISEMENT