Video Warga Masamba Ditembak Polisi 5 Kali, Kritis… Puluhan Warga Tuntut Kapolres-Kasatreskrim Polres Luwu Utara Dicopot

13532
Ilham menjalani perawatan medis di RSUD Andi Djemma Masamba, Selasa (12/10/2021)
ADVERTISEMENT

Wartawan KORAN SERUYA, Bayu Sagara dari Masamba Melaporkan

SERUYA-TV: Seorang warga Kota Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, ditembak sebanyak lima kali oleh anggota Polres Luwu Utara. Ilham ditembak saat akan ditangkap di rumahnya, Sabtu malam lalu, 9 Oktober 2021.

ADVERTISEMENT

Akibat penembakan itu, Ilham dirawat di RSUD Andi Djemma Masamba akibat mengalami luka-luka dan saat ini masih kritis. Menurut Hamka, salah seorang keluarga korban, Ilham mengalami luka tembak di lutut, bagian bawah perut, dan 2 luka tembak di paha, serta beberapa luka di tubuhnya hingga mendapatkan 8 jahitan.

Keluarga korban penembakan tidak menerima tindakan represif aparat sehingga menuntut pihak Polres Luwu Utara bertanggungjawab. Bahkan, keluarga korban bersama puluhan warga Masamba berunjukrasa menuntut Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam mencopot Kapolres dan Kasatreskrim Polres Luwu Utara dari jabatannya.

Dua pejabat di Polres Luwu Utara dinilai bertanggungjawab atas tindakan represif anggotanya yang menembak Ilham hingga mengalami luka-luka dan terancam cacat permanen.

Unjukrasa tersebut berlangsung di kawasan Lampu Merah Masamba, depan Bandara Andi Djemma Masamba, Selasa 12 Oktober 2021. Pengunjukrasa juga menuntut aparat Polres Luwu Utara yang terlibat penembakan terhadap Ilham diproses sesuai aturan hukum berlaku.

Koordinator aksi unjukrasa dari Forum Masyarakat Baloli Menggugat, Kamal, menilai, aparat Kepolisian seharusnya mengayomi masyarakat, memberikan perlindungan dan kepastian hukum. Bukan sebaliknya menembak masyarakat dengan senjata api.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Luwu Utara, AKP Amri, mengakui adanya kasus penembakan Ilham. Dia bahkan mengakui Ilham ditembak sebanyak lima kali oleh anggotanya saat akan ditangkap.

Menurut AKP Amri, Ilham terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat akan ditangkap. Dia menyerang polisi dengan senjata tajam, sehingga ditembak pada paha sebanyak 4 kali dan punggung satu kali.

Ilham dikatakan AKP Amri, terlibat dua kasus tindak pidana, yakni kasus penganiayaan pada November 2020, dan kasus pembakaran pada Januari 2021. (byu)

ADVERTISEMENT