UPDATE: Warga 6 Desa Terisolir di Majene Sulbar Akhirnya Bisa Tersenyum Bantuan Segera Tiba, Mendikbud Bilang 27 Sekolah Rusak, Unhas Kirim Bakso Ayam dan Sapi

61
ADVERTISEMENT

MAJENE–Warga terisolir yang ada di 6 desa di Kabupaten Majene, menyambut gembira kabar adanya bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Saya sebagai kepala Desa Kabiraan telah menerima telepon dari BNPB pusat dan kabarnya bantuan akan segera tiba di Sulbar,” kata Kepala Desa Kabiraan Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Fajaruddin dilansir Antara, Senin, 18 Januari.

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan, bantuan dari pusat akan segera tiba di Makassar dan selanjutnya akan didistribusikan ke lokasi gempa di wilayah Kabupaten Majene dan Mamuju. “Harapan kami semoga bantuan yang diarahkan ke lokasi gempa dapat disalurkan merata, terima kasih para relawan yang telah membantu kami di daerah terisolir akibat gempa,” katanya.

Sebanyak enam desa yang berada di titik gempa Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene terisolir akibat akses jalan menuju desa itu tertimbun longsor. Enam desa tersebut merupakan lokasi yang paling dekat dengan titik gempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju.

ADVERTISEMENT

Enam desa terisolir di Kecamatan Ulumanda dan berada di pegunungan Majene itu diantaranya Desa Sambal, Desa Kabiraan, Desa Tandiallo, Desa Ulumanda Desa Popenga Desa Panggallo.

Sementara itu, korban gempa Mamuju dan Majene terus bertambah menjadi 81 orang akibat tertimpa reruntuhan bangunan, sementara di Kabupaten Majene terdapat tambahan delapan orang.

ADVERTISEMENT

Korban luka berat dan menjalani rawat inap sebanyak 189 orang sementara luka ringan dan rawat jalan 637 orang. Sementara masyarakat pengungsi mencapai 15.000 orang di sejumlah titik daerah kabupaten Mamuju dan Majene

Nadiem Makarim: Sedikitnya 27 Sekolah Rusak Akibat Gempa Sulawesi Barat

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mendapatkan laporan, setidaknya ada 27 sekolah yang rusak karena gempa di Sulawesi Barat gempa berkekuatan 6,2 magnitudo, Jumat 15 Januari, dini hari lalu.

“Turut berduka atas bencana yang terjadi di beberapa daerah. Saya mendapat laporan setidaknya ada 27 sekolah yang rusak karena gempa di Sulawesi Barat,” kata Nadiem dalam akun Instagram @Nadiemmakarim, Senin, 18 Januari.

Dia menambahkan, Kemendikbud sudah menurunkan tim untuk membantu berbagai sekolah, tenaga pendidik dan murid yang terdampak gempa. “Salam hangat saya untuk tenaga pendidik dan murid di sana, semoga tetap semangat dalam situasi yang sulit dan kita dapat segera bangkit dari musibah ini,” kata dia.

Dalam unggahan ini, Nadiem mengunggah sejumlah foto sekolah rusak akibat gempa di Sulawesi Barat dan banjir di Kalimantan Selatan Foto ini merupakan dokumentasi LPMP Sulawesi Barat serta Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan PAUD dan PKBM Kalimantan Selatan.

Penanggulangan Bencana melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa M6,2 yang terjadi pada Jumat, 15 Januari, pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat di Provinsi Sulawesi Barat menjadi 81 orang, dengan rincian 70 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 11 orang di Kabupaten Majane.

BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju serta Kabupaten Polewali Mandar terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan TNI – Polri, Basarnas serta relawan maupun instansi lainnya dalam proses evakuasi masyarakat terdampak.

Selain itu, Pusdalops BNPB juga memutakhirkan data kerugian materil di Kabupaten Majene antara lain 1.150 unit rumah rusak yang masih dalam proses pendataan serta 15 unit sekolah terdampak.

Dalam upaya pemenuhan kebutuhan para pengungsi, BNPB juga telah menyalurkan bantuan logistik ke Kelurahan Malunda, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene berupa 140 dus mie instan dan 10 dus air mineral pada Minggu, 17 Januair.

Sebelumnya BNPB juga telah menyerahkan bantuan awal untuk operasional kebutuhan pokok penanganan Gempabumi Sulawesi Barat sebesar 4 miliar Rupiah pada hari ini, Sabtu (16/1). Bantuan tersebut diserahkan sebesar 2 miliar rupiah untuk Provinsi Sulbar dan masing-masing 1 miliar rupiah untuk Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

Selain itu, BNPB mendistribusikan 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 pcs masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit Genset 5 KVA.

Asyik, 1 Ton Bakso Ayam dan Sapi Dikirim UNHAS untuk Pengungsi Gempa Sulbar

Sementara itu, Universitas Hasanuddin kembali mengirim bantuan pada masyarakat terdampak gempa di Sulawesi Barat. Kali ini, Unhas mengirim satu ton bakso siap saji guna memenuhi kebutuhan makan korban gempa.

Bantuan bakso ini hasil kerjasama Unhas dan PT. Charoen Pokphan yang menyalurkan donasi berupa 1 ton bakso sapi dan olahan ayam palekko siap konsumsi kepada warga terdampak bencana gempa di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat.

Kegiatan pelepasan bantuan berlangsung pukul 14.00 Wita di lokasi pengolahan bakso, kawasan Teaching Farm Unhas, Kampus Tamalanrea. Kegiatan ini terhubung secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Minggu (17/01).

Ketua Panitia, Dr. Ir. Hikmah, S.Pt., M.Si., IPU., menjelaskan donasi ini dipersiapkan dalam waktu dua hari.

Dengan Bekerja sama dengan PT. Charoen Pokphan, pihaknya mengolah 400 kg ayam potong yang kemudian diolah menjadi olahan ayam siap konsumsi menu palekko sebanyak 1.500 paket. Dari pihak Fakultas Peternakan sendiri mendonasikan 630 kg daging sapi yang diolah menjadi bakso siap konsumsi sebanyak 2.500 paket.

“Jadi total daging ayam dan sapi yang kita siapkan sebanyak 1 ton, diberangkatkan sore nanti ke lokasi bencana. Kami berharap, 3.500 paket bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang saat ini sedang membutuhkan bantuan,” jelas Hikmah dalam keterangan persnya, Minggu (17/1/2021).

General Manager HC, PT. Charoen Pokphand Indonesia, Baso Alim Bahri S.Psi., M.Adm., SDA., menyampaikan apresiasi kepada Unhas khusunya Fakultas Peternakan atas inisiatif yang responsif.

Pihaknya juga berterima kasih telah diajak dalam kolaborasi kemanusiaan untuk meringankan beban masyarakat di lokasi bencana.

“Semoga Pokphan tetap bisa mendukung dan terlibat secara aktif bersama Unhas memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Pokphan sendiri telah menyalurkan bantuan logistik lainnya kepada warga di sana. Kita berharap, kerjasama ini membawa kebaikan bagi semua orang,” jelas Alim.

Sedangkan Kasubdit Humas dan Informasi Publik Direktorat Komunikasi Unhas Ishaq Rahman menyampaikan bantuan bakso tersebut tengah menempuh proses pengemasan. Rencananya, bantuan tersebut bakal diterima korban gempa pada Ahad (17/1) sore.

“Saat ini sedang proses packaging. Unhas melalui Unit Maiwa Breeding Center (MBC) Fakultas Peternakan mempersiapkan 1 ton bakso produksi MBC. Rencana akan dikirimkan siang ini jam 14.00,” kata Ishaq dilansir Koran Seruya dari Republika, Ahad (17/1).

Ishaq menyebut bakso Unhas memiliki sejumlah keunggulan untuk membantu korban bencana. Diantaranya siap saji dan memiliki kandungan gizi lebih tinggi dibanding bakso lainnya.

Unhas juga pernah menyalurkan bantuan serupa dalam bencana yang terjadi sebelumnya di Sulawesi. Diharapkan bantuan tersebut dapat memenuhi kebutuhan makan sekaligus gizi pada korban gempa.

“Unhas telah menyalurkan bantuan bakso ini sejak gempa bumi dan likuifaksi Palu, serta saat banjir bandang di Luwu Utara,” ujar Ishaq.

Sampai saat ini, proses evakuasi, dan pendataan korban, serta pengungsian masih terus dilakukan. Tim evakuasi gabungan, terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majene dan Mamuju, dibantu oleh tim BPBD Polewali Mandar bersama aparat kepolisian, TNI dan relawan setempat.

(iys)

ADVERTISEMENT