Zakiah Aini Penodong Pistol di Mabes Polri Kelahiran 95, Mahasiswi Drop Out yang Pribadinya Tertutup

979
ADVERTISEMENT

JAKARTA–Berkepribadian tertutup. Itulah ciri khas teroris yang menyerang Mabes Polri menggunakan senjata api jenis pisto.

Rumah keluarga mahasiswi bernama Zakiah Aini dan baru berusia 25 tahun itu kini dijaga ketat oleh aparat.

ADVERTISEMENT

Jelang pukul 20.00 WIB malam tadi, Polisi memasang Police Line di kediaman Zakiah Aini di Ciracas, Jakarta Timur. Aparat berjaga di sana membawa senjata laras panjang, mengenakan rompi anti peluru dan berhelm.

Dari pintu yang terbuka, tampak aparat menginterogasi orang-orang di rumah Zakiah Aini. Para tetangga mengaku, mereka tidak begitu mengenal Zakiah Aini, sebab gadis itu sangat tertutup. Dia pendiam dan tidak bergaul dengan tetangga.

ADVERTISEMENT

Diberitakan sebelumnya, perempuan berpistol menyerang Mabes Polri (Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia) di Jakarta ini dikabarkan memiliki Kartu Anggota Persatuan Berburu dan menembak Seluruh Indonesia (Perbakin).

Identitas perempuan perempuan itu beredar di media sosial, yang menyebutkan Zakiah Aini merupakan generasi milenial.

Ia lahir di di Jakarta pada 14 September 1995. Dia berusia 25 tahun dan tewas ditembak polisi karena dia melakukan penyerangan.

Dia adalah perempuan lajang, berasal dari Ciracas, Jakarta Timur. Pendidikan terakhirnya adalah SMA/sederajat, dan kini berstatus pelajar/mahasiswa.

Ibunya bernama Sutini, berprofesi penjahit sedangkan ayahnya M. Ali adalah buruh harian lepas. ZA tinggal di Jalan Lapangan Tembak Gang Taqwa 3 RT 3 RW 10, Ciracas Jaktim.

Zakiah memikili golongan darah O, dan merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.

Kabar lainnya menyebutkan, dia memegang Kartu Anggota Perbakin.

Namun Sekjen Perbakin Firtian Yudit Swandarta memastikan, Zakiah Aini bukan anggota Perbakin.

Ditegaskannya, Zakiah Aini hanya memiliki kartu anggota Basis Shooting Club. Tetapi bukan berarti Zakiah Aini adalah anggota Perbakin. Dia hanya punya kartu. Itu kartu klub, dia Basis Shooting Club kan. Kalau KTA Perbakin tidak ada tulisan ‘shooting club’.

“Di baliknya itu harus ada tanda tangan saya, ini enggak ada, di situ ‘Adit’ siapa itu yang tanda tangan,” tegas dia.

Hal senada ditegaskan Dewan Pembina Perbakin Bambang Soesatyo, yang menyebut Zakiah Aini bukan anggota Perbakin. Ia adalah anggota klub menembak airsoft gun.

“Setelah saya cek di database Perbakin yang bersangkutan tidak terdaftar. Dia bukan anggota Perbakin. KTA-nya keanggotaan Club nembak airsoft gun,” ujar Ketua MPR RI ini.
Menurut dia, untuk menjadi anggota Perbakin tidak gampang.

Seseorang harus ikut penataran dan tes keahlian. Ada kode spesifikasi jenis keanggotaan dalam Perbakin, yakni TS (Tembak Sasaran), TR (Tembak Reaksi), dan B (Berburu).

Sebelumnya diberitakan, penyerangan ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2021) pukul 16.40 WIB.

Seorang perempuan masuk halaman Mabes Polri lalu menodongkan senjata dan menembak.

Informasi yang diterima beredar, Pelaku teror di halaman gedung Mabes Polri ini berinisial ZA atau Zakiah Aini, 25 tahun.

Ia tinggal di Jakarta Timur dan berstatus belum menikah.

Keterangan Saksi Mata

Saat melancarkan aksinya, pelaku juga membawa sebuah map kuning dan tas selempang berwarna hitam.

Tidak ada yang mencurigai pelaku saat berjalan ke arah pintu utama gedung Mabes Polri.

Palaku diduga masuk lewat pintu pejalan kaki yang berada di belakang gedung mabes polri. Setelah masuk pelaku berjalan menuju pintu utama dan mendekati pos penjagaan yang berada di pintu masuk utama Mabes Polri di Jalan Turunojoyo.

Sekitar pukul 16.15 WIB, pelaku melancarkan aksinya dengan mengeluarkan senjata dan menodongkan ke petugas yang berjaga di pintu masuk.

Ia juga sempat mengarahkan senjata yang digenggamnya ke ruang pos jaga pintu masuk gedung Mabes polri.

Setelah aksi menggunakan senjata api, terdengar suara baku tembak hingga tujuh kali dan mengenai anggota teroris tersebut hingga tewas di tempat.

Adapun lokasi anggota teroris tersebut melancarkan aksi menggunakan senjata api tak jauh dari ruang Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Hingga saat ini redaksi masih menunggu konfirmasi Mabes Polri terkait data identitas pelaku aksi teror tersebut.

Terduga teroris yang menyerang Mabes Polri disebut menggunakan sebuah mobil berwarna silver sebelum melakukan aksinya.

Saksi yang melihat aksi penyerangan tersebut melihat terduga teroris tersebut datang melalui pintu belakang Mabes Polri, Rabu (31/3/2021).

Ari (27), seorang juru parkir di dekat mabes Polri mengaku melihat aksi mereka.

“Yang saya lihat mereka pakai mobil,” kata Ari saat ditemui di lokasi, Rabu (31/3/2021).

Ari mengaku lupa merk mobil yang digunakan terduga teroris. Namun, ia ingat warna mobil tersebut.

“Pokoknya minibus gitu, warna silver,” ujar dia.

Ari yang berprofesi sebagai juru parkir mengatakan tidak melihat mobil terduga teroris masuk melalui pintu utama.

“Kayaknya dia masuk dari pintu belakang, yang dekat PUPR. Saya kan di sini (pintu utama) dari pagi, itu saya nggak lihat,” tutur Ari.

Menurut dia, kedua teroris tersebut merupakan laki-laki dan perempuan.

“Ada dua yang saya lihat, laki-laki satu, perempuan satu,” kata Ari di lokasi.

Namun, lanjut Ari, hanya terduga teroris perempuan yang melakukan penyerangan.

“Yang turun dari mobil si perempuannya, dia bawa senjata, cuma saya nggak tahu jenisnya apa,” katanya.

(*)

ADVERTISEMENT