Presnas Forkom BEM PTAI se Indonesia Desak Kapolri Copot Kapolda Sulsel

705

JAKARTA — Penyerangan Sekertariat PMII Makassar oleh orang tak dikenal, dalam waktu seminggu yang 2 kali kejadian, mengundang komentar beberapa pihak.

Penyerangan serta pengrusakan sekretariat yang merupakan simbol organisasi dan membuat jatuhnya korban luka, disertai pembakaran harus mendapat perhatian pihak berwajib. Tindakan penyerangan tersebut harus dikecam dan berharap aparat kepolisian serius dalam mengusut tuntas pelaku penyerangan hingga tuntas.

Hal ini dikemukakan Fikram Kasim, eks Presma BEM IAIN Palopo 2017 yang juga Presnas Forkom BEM PTAI se Indonesia.

“Ini tidak bisa dibiarkan berlarut larut dan pihak kepolisian harus segera memperlihatkan keseriusan agar tidak menimbulkan dampak sistemik, pada timbulnya prasangka dan konflik di tingkat masyarakat,” sebut Fikram dalam siaran persnya yang diterima redaksi malam ini, Selasa (19/11).

Negara, dalam hal ini pihak Kapolda Sulsel jangan menutup mata, kata dia. Negara harus hadir memberikan perlindungan kepada setiap masyarakat, itulah tugas Polri, imbuhnya.

Fikram berharap, tidak ada kesan Polisi melakukan pembiaran dan gagal menciptakan rasa aman untuk masyarakat.

“Dalam minggu ini pihak Kapolda Sulsel beserta jajaranya harus lebih progresif untuk mengungkap dan menangkap siapa aktor dari penyerangan Sekretariat PMII Makassar . Jika Kapolda serius dalam menangani kasus ini saya yakin dalam waktu dekat ini pasti pelakunya akan tertangkap dan diproses secara hukum,” tegas Fikram.

Ia juga mengatakan dalam sepekan di bulan ini, kondisi keamanan di Sulawesi Selatan kurang kondusif, terbukti dari rangkaian beberapa peristiwa pembunuhan yang terjadi di kalangan pelajar/mahasiswa, dan ledakan yang baru terjadi di Kejaksaan Negeri Parepare, ini menandakan bahwa Kapolda Sulsel dan Jajaran Kapolrestabes Kota Makassar memiliki progres yang kurang, dalam menjaga keamanan masyarakat, terkhusus di Sulawesi Selatan

“Tolak ukur suksesnya Polri dalam bekerja ialah soal rasa aman dan stabilitas keamanan antarmasyarakat pada umumnya,” kuncinya. (Rls)