LUTIM – Warga Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, Luwu Timur memprotes pembangunan tower milik salah satu perusahaan telekomunikasi yang berada di sekitar arah jalur dua RS. Batara Guru, Rabu (12/12).

Menurut salah seorang warga, Idiani Sartian mengatakan pembangunan tower tersebut tanpa ada persetujuan dari warga. Padahal jarak antara tower yang dibangun dengan kediaman warga hanya sekira 30 meter.

“Parahnya lagi ketinggian Tower tersebut mencapai 62 meter,” tutur Indriani.

Dirinya juga sempat dikirimi surat persetujuan lingkungan warga terkait pembangunan tower oleh Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur. Dalam surat tersebut yang bertanda tangan ada lima nama. Tiga diantaranya tinggal serumah.

Terpisah Kades Bawalipu H. Saiful saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya menyampaikan tidak tahu permasalahan pembangunan tower tersebut. Dia membantah jika dirinya pernah bertanda tangan dalam bentuk surat persetujuan.

“Saya tidak pernah bertanda tangan dalam surat persetujuan tersebut apalagi ketemu dengan pihak Smartfren,” ungkapnya. (has/liq)