“Minta Maaf Ka,” Kata Pelaku Sebelum Menikam Karyawati Koperasi Asal Bua Luwu di Enrekang

5403
Israwati menjalani perawatan medis di Puskesmas Anggeraja Enrekang. (foto istimewa/Iq Enrekangdekat)
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Aparat Kepolisian dari Polsek Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, masih menyelidiki pria tak dikenal yang menikam Israwati, 26 tahun, kasir Koperasi Wahana Alam Sejahtera Kelurahan Mataran, Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Jumat (13/8/2021) siang lalu.

Namun hingga hari kedua pascapenikaman Israwati, Minggu (15/8/2021), polisi belum berhasil mengidentifikasi pelaku. Korban masih menjalani perawatan medis intensif di Puskesmas Anggeraja. Ada 5 tusukan pisau di tubuh korban.

ADVERTISEMENT

Kondisi kesehaan gadis lajang asal Kampung Baru, Kandoa, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu ini, mulai membaik. Bahkan, Sabtu (14/8/2021) lalu, Israwati mulai siuman dan memberikan keterangan kepada polisi yang menemuinya di tempat perawatannya.

Dari pengakuan korban, ada yang menarik terkait pria tak dikenal yang menikamnya. Rupanya, sebelum ditikam, Isra– begitu korban biasa disapa– sempat melayani pembayaran angsuran nasabah koperasi inisial SI, yang uang pembayarannya dibawa pelaku sebesar Rp450 ribu.

Saat korban yang bekerja sebagai kasir koperasi sedang membuatkan kuitansi pembayaran, pelaku meminta ijin untuk ke WC. Korban kemudian menunjuk WC. Berselang beberapa saat kemudian, pelaku yang kembali dari WC mendekati korban.

Isra kaget melihat pelaku yang kembali dari WC karena sudah membawa pisau. Pelaku sempat meminta maaf kepada korban, sebelum menyerang korban dengan pisau yang diambil di dapur.

“Minta maaf ka,” begitu kata pelaku, sejurus kemudian menikam korban di bagian kepala.

Korban berteriak minta tolong usai ditikam, sehingga teriakan korban didengar rekan korban yang selama ini bekerja sebagai tukang masak. Rekan korban juga berteriak minta tolong. Saat itu, pelaku mengangkat korban ke salah satu kamar di kantor koperasi. Didalam kamar, pelaku kembali menikam korban.

Korban mengalami luka tikam di beberapa bagian tubuhnya, diantaranya luka robek di kepala bagian belakang, luka tusuk di lengan kanan, luka tusuk di telapak tangan kanan, dan luka tusuk di pungggung.

Usai menikam korban, korban kemudian keluar dari kantor koperasi. Beberapa warga yang berdatangan ke kantor koperasi tempat korban bekerja karena mendengar teriakan minta tolong, sempat melihat pelaku.

Beberapa saksi menyebutkan, pelaku mengenakan jaket Levis lengan panjang, dan kabur mengendarai sepeda motor mengarah ke utara atau kearah Toraja. Warga yang melihat korban dalam keadaan bersimbah darah kemudian membawa korban ke Puskesmas Anggeraja untuk mendapatkan perawatan medis.

Pelaku leluasa kabur, karena berdalih kepada warga bahwa didalam koperasi ada keributan lantaran ada karyawan koperasi kepergok selingkuh.

Kapolsek Anggeraja Polres Enrekang IPTU Lukman SH, membenarkan kasus penikaman yang dialami kasir Koperasi Wahana Alam Sejahtera. Menurut Kapolsek, anggotanya masih menyelidiki pelaku dan motif dibalik kasus ini. “Pelaku masih diselidiki,” katanya.

Dalam penyelidikan kasus ini, polisi juga sudah meminta keterangan kepada SI, nasabah koperasi yang sempat dibayarkan angsuran koperasinya oleh pelaku. Saat membayarkan angsuran koperasi nasabah berinisial SI, pelaku mengaku jika SI adalah istrinya. Namun kepada polisi, SI mengaku tidak mengenal pelaku.

Diberitakan KORAN SERUYA sebelumnya, Israwati, salah seorang karyawan koperasi asal Kandoa, Bua, Kabupaten Luwu, ditikam orang tak dikenal di kantornya, di daerah Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Jumat (13/8/2021) siang lalu.

Insiden penikaman dialami Israwati terjadi saat karyawan koperasi lainnya sedang menunaikan salat Jumat, sekitar pukul 13:00 WITA, Jumat siang tadi. Saat ditikam orang tak dikenal, suasana kantor koperasi tempat korban bekerja lagi sepi. Korban hanya berdua dengan tukang masak di kantornya.

Akibat ditikam benda tajam, korban mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Korban masih menjalani perawatan medis intensif di Puskesmas Anggeraja Enrekang. (***)

ADVERTISEMENT