252 Rumah Tangga Petani di Luwu Utara Dilatih Cara Kelola Keuangan

105
504 petani di Kabupaten Luwu Utara mengikuti Pelatihan Literasi Keuangan bagi Perwakilan Rumah Tangga Petani Penerima Manfaat program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling-up Initiative atau lebih dikenal dengan singkatan READSI. (Foto : Dok. Pemkab Luwu Utara)
ADVERTISEMENT

Luwu Utara —Sebanyak 252 pasang rumah tangga petani atau 504 petani di Kabupaten Luwu Utara mengikuti Pelatihan Literasi Keuangan bagi Perwakilan Rumah Tangga Petani Penerima Manfaat program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling-up Initiative atau lebih dikenal dengan singkatan READSI.

252 pasang rumah tangga petani atau 504 petani ini adalah jumlah alokasi jatah peserta yang diberikan kepada Luwu Utara untuk mengikuti Pelatihan Literasi Keuangan. Alokasi peserta ini ditentukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

Pelatihan Literasi Keuangan program READSI ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Sabtu sampai Selasa, 20 – 23 Agustus 2022, yang dilaksanakan secara serentak di 342 titik (desa) lokasi program READSI se-Indonesia.

Khusus di Luwu Utara, ada 18 desa yang menjadi lokus penerima manfaat program READSI yang tersebar di delapan kecamatan, yaitu Sabbang Selatan, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke Barat, Mappedeceng, Bonebone dan Tanalili.

ADVERTISEMENT

Materi pelatihan disajikan seragam secara nasional dengan narasumber (fasilitator) berasal dari alumni ToT Literasi Keuangan, dalam hal ini para Penyuluh Pertanian Pendamping Desa Lokasi Program READSI).

Menariknya, Kementan juga menggandeng Bank Penyedia KUR di wilayah kabupaten masing-masing. Di Luwu Utara, pengelola program READSI tingkat kabupaten (DPMO) menggandeng tiga Bank untuk berpartisipasi, yaitu BRI, Bank SulSelBar dan BSI.
.
Kepala Dinas Pertanian melalui Kabid Penyuluhan, Made Sudana, mengatakan bahwa Pelatihan Literasi Keuangan bagi rumah tangga petani ini diselenggarakan dalam rangka merespon situasi global dan era digitalisasi yang kian merambah banyak sektor kehidupan masyarakat.

“Petani kita mesti melek finansial. Mereka berhak mendapatkan edukasi pengelolaan keuangan dan akses layanan perbankan demi peningkatan kesejahteraan mereka,” kata Kabid Penyuluhan, Made Sudana, Senin (22/8/2022), di Masamba.

Made berharap, penyuluh pertanian yang telah dipilih menjadi narasumber pelatihan agar tetap memberikan edukasi kepada para petani tentang pengelolaan keuangan yang baik dan benar.

“Kepada teman-teman penyuluh pertanian yang telah terpilih sebagai narasumber pelatihan, agar tetap memberikan edukasi kepada petani kita. Untuk itu, selamat mengemban tugas mulian ini,” ucap mantan Koordinator BPP Kecamatan Tanalili ini.

Made Sudana yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai Penyuluh Pertanian Teladan ini juga berharap kepada panitia kegiatan untuk tetap bekerja melayani dan memfasilitasi pelatihan ini sampai selesai.

“Kepada para panitia, tetap semangat mengabdi. Insya Allah, apa yang kita lakukan ini akan bernilai ibadah dan menjadi berkah. Aamiin,” pungkasnya. (tam/LH)

ADVERTISEMENT