4 Pengebom Polresta Surabaya Tewas, Anak Pelaku Selamat…Begini Kisahnya Diselamatkan Polisi Usai Ledakan

3836
Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Roni Faisal Saiful Faton saat menyelamatkan bocah perempuan yang selamat dari ledakan bom di Mapolres Surabaya.
Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Roni Faisal Saiful Faton saat menyelamatkan bocah perempuan yang selamat dari ledakan bom di Mapolres Surabaya.

SURABAYA–Aparat Kepolisian memastikan, empat pelaku pengeboman di Mapolres Surabaya tewas. Namun, dalam insiden bom ini, salah seorang bocah perempuan diduga anak salah seorang pelaku selamat, namun kondisinya kritis dan menjalani perawatan medis intensif.

“Identitas empat pelaku yang tewas masih diidentifikasi,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Magera, di Mapolda Jatim, Senin (14/5/2018).

Empat pelaku menggunakan dua sepeda motor dengan nopol L 6629 NN dan L 3559 G. Mereka datang secara beriringan.

“Satu anak yang terluka dalam insiden itu, adalah anak pelaku. Saat ini, anak itu mendapat perawatan di RS PHC. Nama anak kita dapatkan dari pakaian dalam yang bersangkutan,” jelas Barung.

(BERITA TERKAIT): Usai Tiga Gereja Dibom, Giliran Polres Surabaya Diledakkan… Korbannya Polisi

Bocah perempuan yang masih dirahasiakan identitasnya itu, diselamatkan seorang anggota polisi usai meledaknya bom di Polrestabes Surabaya. Polisi itu segera membopong dan membawa anak itu ke tempat aman.

AKBP Roni Faisal Saiful Faton, adalah Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya yang cepat bertindak menyelamatkan bocah itu.

“Saya lihat anak kecil itu. Di sampingnya ada mobil terbakar, saya takut mobil itu meledak,” ujar Roni, dikutip media ini dari
detikcom, Senin (14/5/2018).

Terlebih lagi, kata Roni, anak itu menangis dan meminta tolong. Ucapan meminta tolong itulah yang membuat Roni tak berpikir panjang dan langsung menyelamatkannya.

(BACA JUGA): Sebelum Beraksi Saling Pelukan dan Tangis-Tangisan, Intip 7 Fakta di Balik Aksi Satu Keluarga Otaki Bom Gereja di Surabaya

Roni menceritakan, usai ledakan terjadi, anak tersebut jatuh dan kakinya tersangkut di motor. Anak itu masih bergerak. Melihat anak itu bergerak, petugas di lokasi memintanya berdiri. Dan anak itu berdiri sambil terhuyung-huyung.

“Anak itu rada goyang, langsung saya ambil, saya gendong ke tempat aman dan serahkan ke dokkes” kata Roni.

Saat digendong Roni, anak berjilbab itu terdiam dan tak menangis lagi. Roni tak begitu jelas melihat luka yang dialami anak itu. Roni hanya melihat ada banyak darah di tubuh anak yang berusia sekitar 6-7 tahun itu.

“Mungkin itu cipratan darah. Ada serpihan-serpihan juga di tubuh anak itu,” lanjut Roni.

Roni sendiri belum tahu identitas anak itu. Apakah anak itu warga ataukah anak dari pelaku pengeboman, Roni juga belum tahu. “Saya langsung serahkan ke dokkes dan langsung dibawa ke rumah sakit,” tandas Roni. (*/cbd)