Guru Honorer Kedapatan Mesum Usai Tes CPNS, di Handphonenya Banyak Koleksi ‘Bokep’

2139
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA–Tim gabungan Satuan Kerja Ketenteraman dan Ketertiban Kota (SK4) Bukittinggi, Sumatera Barat, menyiduk seorang guru honorer di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau berinisial FR (30).

FR kedapatan bersama pacarnya yang berinisial RS (30), warga Kecamatan Kuantan Tengah, Riau, Sabtu malam (15/2/2020).

ADVERTISEMENT

Pasangan mesum asal Riau ini ditemukan petugas dalam salah satu hotel melati, Hotel Tigo Balai, di kawasan wisata Jalan Ahmad Yani, Kampuang Cino, seperti dikutip Sindonews.

Saat diinterogasi, kedua pasangan itu mengaku terpaksa menginap di Bukittinggi, karena kelelahan setelah berboncengan naik sepeda motor dari Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara, usai mengikuti tes CPNS.

ADVERTISEMENT

Keduanya, saat diperiksa hanya bisa pasrah karena tidak bisa menunjukkan surat nikah.

Apalagi saat handphone RS diperiksa, petugas mendapati sejumlah foto dan video mesum keduanya, yang diakui sendiri kerap dilakukan di beberapa hotel sebelumnya, yang sempat diabadikan untuk koleksi pribadi. Ya ampun!

ADVERTISEMENT

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias yang ikut serta dalam razia menyebutkan, razia penyakit masyarakat selama dua hari pada Jumat dan Sabtu malam dilakukan karena warga khawatir, kenakalan remaja dan penyakit masyarakat berupa pelanggaran asusila marak mengatasnamakan perayaan Valentine Day.

”Ternyata apa yang dikhawatirkan sebelumnya oleh masyarakat, yaitu banyaknya remaja memanfaatkan Valentine Day untuk berbuat asusila menginap di hotel, tidak terjadi,” sebut Ramlan.

”Namun tadi ada satu pasangan dari luar daerah tidur di hotel tanpa surat nikah, dia guru honor. Anak ini sebetulnya adalah anak baik-baik, bukan perempuan nakal, tapi yang diperbuatnya salah, tanpa nikah tidur di hotel. Untuk itu kita lakukan pembinaan karena kita di sini tentu bukan saja melakukan tindakan sesuai Perda, tapi bagaimana membina dan menasehati mereka ini,” tambahnya.

Kedua pelaku akhirnya dibawa ke kantor Satpol PP untuk diproses lebih lanjut. Disana, identitas keduanya dicatat kemudian disuruh menandatangani surat perjanjian agar tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari. (*/iys)

ADVERTISEMENT