Rapat Pleno TPAKD, Kepala OJK Regional 6 Puji Pemkot Palopo, Wawali Singgung Soal Rentenir

70

PALOPO–Rapat Pleno Tim Percepatan Anggaran Keuangan Daerah atau TPAKD Kota Palopo Tahun 2020 dirangkaikan dengan Penandatanganan Surat Edaran Walikota tentang “One Student One Account” digelar di Auditorium Saokotae, Kamis (5/3/2020).

Acara yang dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua, Nurdin Subandi serta Deputi Direktur Kemitraan OJK Regional 6, Sulampua Ahmad Murad dan Kepala Biro Ekbang Provinsi Sulsel, Since Erna Lamba juga Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Provinsi Sulsel.

Walikota Palopo yang hadir sesaat hanya untuk mengantar tetamunya itu terlihat didampingi Wakil Walikota, Rahmat Masri Bandaso (RMB) serta pimpinan OPD lainnya.

Di jajaran undangan, ratusan hadirin didominasi para guru dan kepala sekolah se kota Palopo.

Rapat Pleno TPAKD ini diawali penandatanganan surat edaran Walikota mengenai “One Student One Account” oleh Walikota Palopo, HM Judas Amir dan laporan Kepala Bagian Perekonomian Setda Palopo, Drs M Tahir MPd.

Kepala OJK Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua, Nurdin Subandi dalam sambutan singkatnya memapar tentang sasaran kegiatan, utamanya tentang surat edaran yang baru saja diteken walikota Judas Amir itu, bahwa Sulsel sebagai Pilot Project program “One Student One Account” diharapkan mampu melatih siswa untuk belajar mengelola keuangan, dan mengembangkan aset sejak usia dini, serta untuk melawan rentenir yang masih membelenggu masyarakat utamanya kaum miskin.

“Kami mengapresiasi Palopo sebagai kota yang ikut peduli dan menjadi bagian dari pilot project ini, kita berharap ke depan ekonomi Palopo bisa semakin maju dan berkembang, lewat Tim Percepatan Anggaran Keuangan Daerah (TPAKD) yang bersinergi dengan semua stakeholder keuangan,” imbuh Nurdin.

Dalam kesempatan itu juga, Wawali Rahmat Masri Bandaso yang membacakan sambutan walikota Palopo berharap yang sama, satu bahasa dengan apa yang disampaikan Kepala OJK bahwa sejatinya, program “Satu Pelajar Satu Akun” sesuai amanat Kepres nomor 26/2019 tentang aksi nyata Gerakan Indonesia Menabung adalah bagaimana mewujudkan kesejahteraan rakyat, dimulai dari lingkungan sekolah, kepada para pelajar mulai SMP hingga SMA.

“Selain aksi yang merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Menabung, kita juga akan berusaha memerangi rentenir yang membelit perekonomian masyarakat,” sebut Wawali. Ia memberi contoh, pedagang tomat di Pasar Sentral/Niaga Palopo, masih ada yang meminjam uang kepada rentenir, sehingga keuntungan per hari yang ia dapat hanya untuk si rentenir, pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, kegiatan masih sementara berlangsung. (iys)