Rumah Warga Lebang Palopo Dilempar Batu, Ketua RW dan RT Enggan Hadiri Mediasi : Lebih Penting Urusanku

928
Ilustrasi. (Foto : ist)
ADVERTISEMENT

PALOPO — Warga Kelurahan Lebang Kota Palopo resah dengan aksi pelemparan rumah yang dilakukan orang tak dikenal (OTK). Terlebih lagi, kejadian itu bukanlah yang pertama terjadi di Kelurahan Lebang.

Rumah yang jadi sasaran lemparan OTK itu ialah N. Seorang anggota Polres Palopo berpangkat Bripka. Kepada Koran SeruYA, Rabu (15/6/2022) Bripka N mengaku rumahnya telah dua kali dilempar OTK.

ADVERTISEMENT

Dia menjelaskan, dirinya ingin menyelesaikan masalah itu dengan kekeluargaan. N pun mendatangi kantor Kelurahan Lebang agar difasilitasi dilakukan mediasi.

“Saat kejadian kedua itu, ada saksi yang melihat pelaku. Saksi itu pun mengenalnya dan bersedia menunjukkan siapa orangnya. Tapi, kami mau menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

“Kami juga berhasil menemukan saksi yang melihat pelaku melakukan pelemparan pada kejadian pertama. Jika langkah kami ini masih tidak direspon baik, terpaksa kami akan lakukan langkah hukum. Tapi itu opsi terakhir yang akan kami ambil,” tambahnya.

Pihak Kelurahan pun merespon baik maksud N itu. Mereka lalu mengundang Ketua RW dan RT tempat terduga pelaku tinggal. Hanya saja, maksud baik itu ditanggapi kurang baik oleh ketua RW dan RT.

“Staf Kelurahan sudah mengundang Ketua RW dan tiga RT. Namun mereka kompak tidak ingin menghadiri pertemuan itu. Padahal, pertemuan itu sudah dua kali dijadwalkan, tapi mereka juga tidak mau datang,” ujarnya.

“Bahkan, ada bahasa dari mereka bahwa urusan mereka lebih penting, daripada mengurusi permasalahan ini. Jika mereka acuh begini, kami curiga ada konflik yang sengaja dipelihara oleh mereka,” sambungnya.

Meski begitu, sebagai anggota Korps Bhayangkara dirinya akan berupaya agar masalah ini tidak melebar dan menjadi konflik antar dua kelompok pemuda.

“Upaya kooperatif akan kami terus lakukan. Tujuan kami sebenarnya, agar tercipta kondisi kamtibmas yang kondusif di Kelurahan Lebang. Sebab, jika ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan ada konflik antar kelompok di Lebang,” pungkasnya. (pra)

ADVERTISEMENT