Aktivis Pemuda Sarankan Ini Pilih Pemimpin di Pilkada Lutra

528

MASAMBA- Jelang Pilkada Luwu Utara (Lutra) 2020 mendatang, kalangan aktivis mulai memberikan saran dan harapannya menyambut perhelatan politik lokal lima tahunan sekali. Masukan itu tentu tak lain untuk proses demokrasi yang sehat di kabupaten penghasil kakao ini.

Aktivis Pemuda asal Lutra, Arianto Adri mengatakan, Pilkada Lutra harus dijadikan momentum tepat menyeleksi figur terbaik untuk memimpin kabupaten berpenduduk sekitar 300 ribu jiwa ini. Apalagi, kabupaten tetangga Luwu Timur ini, memiliki stok pemimpin yang mumpuni.

“Kita tidak mau, Luwu Utara kekurangan stok pemimpin. Dan saya kira, banyak figur yang punya kapasitas untuk menjadi kepala daerah,” kata Cokka, sapaan akrab Arianto Adri, kepada wartawan, Selasa 23 Juli 2019.

Cokka yang selama beberapa tahun terakhir tercatat sebagai surveyor dan pendampingan pemenangan di lembaga survey nasional, berharap siapapun yang nantinya terdaftar sebagai kontestan, bisa bersaing secara sehat tanpa saling mencederai. Apalagi, kabupaten tetangga Luwu Timur tersebut dikenal sebagai daerah yang dihuni beragam etnis.

“Tugas kita bersama adalah menjadikan Pilkada Lutra sebagai salah satu barometer pilkada di Indonesia. Menjaga suasana kondusif, bersaing secara sehat, dan mendorong siapapun yang terpilih menjadi kepala daerah bisa mengayomi dan merangkul semua pihak,” tambah eks pengurus IPMIL Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Ditanya tentang figure yang tepat, Cokka menyerahkan sepenuhnya ke masyarakat untuk menyeleksi. Olehnya itu, sebelum tahapan hingga jelang pendaftaran di KPU, putra-putri terbaik Lutra harus memanfaatkan ruang menyosialisasikan diri, sekaligus beradu ide dan gagasan untuk Lutra yang lebih baik.

“Pada saatnya nanti, tentu masyarakat akan memilih siapa yang terbaik. Termasuk dalam penentuan pasangan, kita harap ada komitmen kebersamaan. Kita tidak mau muncul kesan dipaksakan yang ujung-ujungnya bisa merugikan masyarakat,” paparnya.

Bukan hanya itu saja, Cokka juga menitip harapan ke elit partai, agar tidak menjadikan Lutra sebagai daerah yang menghalalkan politik transaksional dalam menentukan siapa yang diusung. Tapi, mempertimbangkan aspirasi dan keinginan masyarakat yang biasanya terekam di hasil survey.

“Paling penting juga, siapapun yang terpilih mampu memberdayakan potensi putra-putri daerah untuk bersama memajukan Lutra. Begitu pun, pemberdayaan ekonomi kerakyatan benar-benar dimaksimalkan,” pungkas eks salah satu koordinator relawan kandidat gubernur di Pilgub Sulsel 2018.

Sekadar diketahui, jelang Pilkada Lutra 2020, sejumlah nama mulai santer disebut-sebut akan maju. Selain Bupati Indah Putri Indriani dan Wakil Bupati Thahar Rum, juga ada nama mantan Bupati Lutra, Arifin Junaedi. Begitu pun figur lainnya, seperti Arsyad Kasmar, Andi Rahim, M.Radjab, dan beberapa nama lainnya. (*)