Ambruk, Jembatan Alternatif di Mahalona Lutim Bakal Dibangun

122

LUTIM – Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Mahalona, Kecamatan Towuti beberapa hari lalu, mengakibatkan Sungai Ballawai atau Lampesue meluap hingga menyebabkan beberapa jembatan di wilayah tersebut ambruk terseret arus sungai. Ambruknya jembatan tersebut mengakibatkan jalur akses warga di Desa Mahalona tepatnya di satuan pemukiman (SP) 4 dan SP 5 terputus.

Untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencari solusi untuk mengatasi hal tersebut, maka pada Senin (10/06/2019), usai melaksanakan upacara bendera, Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler bersama Kepala OPD terkait, antara lain Kepala BPBD, Muh. Zabur, Sekdis PU, Syahrir, Kadis Pertanian, Muharif, Kadis Perhubungan, Andi Makkaraka, dan Kasatpol PP, Indra Fawzi, melakukan Pemantauan kelokasi ambruknya jembatan di Desa Mahalona Kecamatan Towuti.

Tiba di Desa Mahalona, orang nomor satu di Luwu Timur ini meninjau kondisi jembatan yang ambruk di dampingi Camat Towuti, Alimuddin Nasir, Managemen PT. Vale Indonesia dan beberapa Kades di wilayah Mahalona. Bahkan Husler juga menyempatkan menyebrangi Sungai Ballawai yang cukup deras menggunakan perahu karet dibantu tim BPBD yang telah siaga di lokasi tersebut.

“Saya telah instruksikan kadis terkait dalam hal ini Dinas PU untuk sesegera mungkin membangun jembatan alternatif agar bisa dilalui warga. Minimal jembatan yang bisa dilalui kendaraan bermotor dulu,” kata Husler.

Selain mematau lokasi ambruknya jembatan, Husler juga memantau okasi lahan seluas kurang lebih 267 hektar yang belum di garap. Ia meminta agar Dinas Pertanian segera memprioritaskan untuk melakukan cetak sawah bagi warga di lokasi SP 4 ini.

“Usahakan bisa segera diprioritaskan cetak sawah warga ini. Apalagi lokasinya sudah tersedia dan layak untuk di cetak. Harapan kita warga bisa segera memanfaatkan lahan tersebut nantinya,” jelas Husler.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Muharif mengatakan, sesuai arahan Bupati, pihaknya berencana akan menggarap cetak sawah seluas 100 hektar di wilayah tersebut. “Kita upayakan paling lambat tahun depan cetak sawah 100 hektar sudah bisa dilakukan,” jelasnya. (ikp/kominfo)