Anggota DPRD Palopo Baharman Supri Ajak Kaum Milenial Kreatif dan Produktif di Masa Pandemi

100
Anggota DPRD Palopo Baharman Supri bersama peserta LK 2 HMI. (Dok. Baharman Supri)
ADVERTISEMENT

PALOPO — Ketua Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Palopo, Baharman Supri memberi materi pada intermedit atau Latihan Kader (LK) 2 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se Indonesia Timur di Gedung Pemuda Palopo, beberapa waktu lalu.

Durasi materi selama tiga 3 jam, diskusi hidup. Respon peserta sangat menarik sehingga hampir semua peserta bertanya tentang eksistensi kaum milenian pada era Covid-19.

ADVERTISEMENT

Baharman Supri kepada Koran SeruYa, mengungkapkan dalam era covid sekarang ini harusnya kelompok milenial bisa memanfaatkannya untuk lebih kreatif, produktif, dan bernilai ekonomi. Misalnya, menjadi konten kreator, membuat konten, menjual produk makanan atau membuat usaha lewat jaringan media sosial.

Ada karakter manusia justru bangkit karena tersandera atau berada di bawah tekanan. Misalnya bangsa Israel bangkit karena dikelilingi bangsa Arab. Para perantau China sukses karena di bawah tekanan pribumi. Bahkan seorang anak bernama Fiki Naky bisa delapan bahasa internasional karena hanya belajar lewat media sosial.

“Saya berharap adek-adek peserta LK 2 ini untuk berhenti mencari kambing hitam bahwa covid ini adalah rekayasa negara atau pemerintah,” jelas Baharman yang juga Anggota Dprd Palopo Fraksi Golkar ini.

Lebih lanjut dia menambahkan akibat kapasitas bumi yang sudah melampai daya tampungnya. Karena idealnya penduduk bumi cukup 3,5 miliar. Tapi penduduk bumi sekarang ini sudah 7,9 miliar. Artinya jumlah penduduk di Bumi sekarang ini sudah tidak seimbang, sehingga macam-macam penyakit virus bisa datang. Curah hujan juga sudah tidak jelas musimnya seperti puluhan tahun yang lalu.

“Melalui LK 2 ini, transformasi ilmu pengetahuan dapat diimplementasikan di tengah masyarakat. Misalnya kebutuhan atas masker yang lebih unik dari pada yang sudah ada. Hand sanitaser yang mudah dibawa ke mana-mana. Minyak kayu putih yang lebih simpel sangat menarik untuk kaum milenial jadikan sebagai peluang,” ujar Baharman .

Selain itu ditambahkan Baharman konten religi tentu sangat ditunggu masyarakat religi sambil belajar agama, masyarakat bisa mendapatkan pahala misalnya dan bisa bernilai ekonomi.

“Tantangan kita ke depan adalah perubahan iklim yang begitu cepat. Yang kedua adalah revolusi indistri 4.0. Dan yang ketiga pandemi covid 19 dan atau pasca Covid,” jelasnya.

Menurut Baharman, kompetisi dengan dengan negara manapun dimulai dari star awal yang sama merupakan ujian bagi semua negara. “Siapa cepat merespon dengan cara yang benar maka negara itu akan menjadi pemenang,” katanya.

“Sebagai kader HMI yang banyak memberi konstribusi pada negara sejak Indonesia merdeka, tentu pikiran positif dengan pendekatan insan akademisnya. Melihat perubahan iklim memaksa kita juga untuk ikut berubah, sebagaimana teori Charles Darwin,” pungkasnya.

Baharman juga menyampaikan indikator kesuksesan adalah seberapa cepat manusia menyesuaikan dengan perubahan. Sebagai kaum milenial yang hidup pada era digital, jangan pernah berhenti belajar, bermimpi kalau tidak sampai ke langit, anda akan jatuh seperti bintang-bintang. (jun)

ADVERTISEMENT