Baharman Supri Puji Kinerja Satgas, Usai Curhat di Paripurna Langsung Lakukan Tracing, Hanya Saja…..

155
ADVERTISEMENT

PALOPO — Usai interupsi saat Rapat Paripurna bersama Walikota Palopo dan jajarannya, Anggota DPRD, Baharman Supri mengunjungi perusahaan di mana adiknya menjadi pimpinan regional di tempat sang adik berkantor.

Legislator Golkar itu ingin memastikan, apakah tim Satgas Covid-19, dalam hal ini Satgas Kelurahan Ammassangan sudah bekerja menindaklanjuti perintah walikota atau belum.

ADVERTISEMENT

Ia pun menyambangi kantor PT. NSS yang terletak di Jalan Andi Djemma, Palopo.

Ternyata, sehari setelah disampaikan di rapat paripurna, Petugas dari Dinas Kesehatan sudah datang melakukan penyemprotan dan pemeriksaan karyawan.

ADVERTISEMENT

Hasilnya dari 60 karyawan di PT NSS, tinggal tiga orang saja yang belum keluar hasilnya , sedangkan 57 diantaranya negatif.

“Alhamdulillah respon Tim Satgas sangat cepat. Mereka sudah ‘gercep’ melakukan upaya pencegahan kian meluasnya Pandemi Covid-19,” kata Baharman saat dihubungi, Rabu siang (28/7).

ADVERTISEMENT

Baharman Supri, anggota Komisi 1 DPRD Palopo.

Anggota Komisi 1 itu melanjutkan, “karena status Palopo zona merah dan menerapkan PPKM level 4, kita berharap, upaya yang lebih ketat segera dilakukan, misalnya penjual tidak melayani pembeli yang tidak pakai masker, begitu juga di kantor pemerintah dan swasta agar tidak melayani masyarakat yang tidak taat protokol kesehatan.”

“Dan karena musim pengantin juga saat ini, sudah perlu pembatasan undangan serta pada saat acara nikahan baik di gedung maupun di luar gedung kiranya melibatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta aparat lainnya agar masyarakat merasakan betapa pentingnya menjaga penyebaran Covid ini, kita tetap optimis agar covid ini cepat ditemukan obatnya,” harapnya.

Baharman juga meminta Satgas untuk lebih Pro Aktif memantau dan menyambangi daerah-daerah yang berpotensi untuk penambahan kasus, seperti daerah menuju perbatasan, misalnya kawasan Lappo di kelurahan Lebang, yang laporannya cukup mengkhawatirkan.

“Saya harap Satgas lebih Pro Aktif, dan jika ada kasus harus cepat bertindak. Potensi ledakan kasus di Palopo harus cepat diredam, jangan nanti sudah ‘bocor’ baru kapal ini mau ditambal, tidak boleh terlambat,” pungkasnya.

(*)

ADVERTISEMENT