Banjir Selalu Landa Palopo, – Bangun Tangke Padang Tawarkan Solusi

194
Bangun Tangke Padang
ADVERTISEMENT

BANJIR sudah menjadi masalah serius di Kota Palopo. Sebab, banjir sudah seringkali melanda berbagai kawasan permukiman penduduk di kota bermotto ‘Idaman’ itu. Bahkan banjir sudah berlangsung bertahun-tahun.

Bangun Tangke Padang yang akrab disapa BTP, salah satu pemerhati pembangunan Kota Palopo, menilai, banjir perlu mendapat perhatian serius Pemkot Palopo agar masyarakat yang mendiami wilayah rawan banjir tidak menderita. Berbagai titik rawan banjir tersebut, seperti kawasan Jalan Belimbing, wilayah Amasangan, kawasan pesisir Ponjalae dan Salutellue, termasuk beberapa wilayah lainnya di Kecamatan Wara Utara hingga Telluwanua.

“Perlu keseriusan menangani banjir Palopo. Sebab, jika tidak ditangani baik, serius, maka warga akan selalu menderita jika rumahnya terendam banjir,” kata BTP, yang tidak lain putera Palopo yang selama ini berkiprah di Jakarta.

BTP mengapresiasi berbagai infrastruktur yang telah dibangun Pemkot Palopo saat ini. Namun, dia mengingatkan agar penanganan banjir perlu mendapat perhatian serius.

ADVERTISEMENT

Menurut BTP, beberapa sungai yang membentang di Kota Palopo, minimal dua sungai utama sudah saatnya dikeruk dan perbaikan tanggul.” Upaya ini untuk menampung debit air lebih banyak agar tidak meluap. Demikian pula dengan drainase, selokan utama maupun saluran-saluran air dari perumahan-perumahan,” katanya.

Untuk selokan atau drainase bagai saluran air dalam kota, menurut BTP, perlu pembenahan. Sebab, kata dia, saluran air yang tidak dibuat atau dipersiapkan untuk menampung debit air yang akan mengalir ke sungai atau laut, disamping konstruksi tidak dibuat dengan desain yang mampu mengalirkan air sampai ke pembuangan akhir. Disisi lain, banyak selokan atau drainase yang tersumbat dikarenakan kesalahan konstruksi dan kurangnya perawatan sehingga kondisi ini memicu meluapnya air ke jalan dan rumah-rumah penduduk.

Tak hanya itu, BTP berpendapat bahwa Kota Palopo butuh waduk utuk menampung air. “Waduk merupakan salah satu penangan banjir yang paling efektif dimana debit air yang tinggi saat hujan akan ditampung atau dialirkan ke waduk. Menurut saya, minimal dua waduk yang dapat dibangun di hulu 2 sungai utama yang membentang di Kota Palopo, yaitu Sungai Latuppa dan Sungai Boting,” katanya.

Ditambahkan BTP, kedua sungai tersebut dapat dibangun masing-masing satu waduk di hulu dengan kapasitas yang akan disesuaikan dengan debit air pada saat curah hujan tinggi. Namun waduk dengan luasan sekitar 15 ha dengan kapasitas sekitar 50 jt meter kubik. Air yang ditampung bisa menjadi bahan baku untuk air untuk PDAM.

“Upaya pengangan banjir dengan revitalisasi sungai/drainase dan pembangunan waduk akan menyerap anggaran setara dengan pembangunan pusat kulineran/menara Payung. Malahan masih dapat digunakan untuk pembangunan taman kota dan pelestarian bangunan bekas stasiun dan pasar lama yang akan lebih bermanfaat bagi kegiatan wisata masyarakat,” katanya. (liq)

ADVERTISEMENT