Banjir Surut, Petugas Damkar Bersihkan Lumpur di Jalan-Jalan di Palopo

182
Petugas Damkar Kota Palopo membersihkan lumpur sisa endapan banjir di Palopo, Sabtu (2/10/2021)-- foto screenshot FB Nureny--
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palopo, Sulsel, menyisir berbagai jalan di Kota Palopo, Sulsel, untuk membersihkan endapan lumpur sisa banjir, Sabtu (2/10/2021). Banjir yang melanda berbagai jalan dan kawasan permukiman penduduk di Palopo menyisahkan endapan lumpur.

Selain petugas Damkar, warga yang rumahnya terendam banjir sejak Sabtu pagi membersihkan lumpur yang mengendap usai banjir pada Jumat malam, 1 Oktober 2021.

Kawasan Jalan Cakalang, Kecamatan Wara Timur Palopo, salah satu titik terendam banjir akibat luapan sungai. Lumpur yang mengendap usai banjir surut dibersihkan petugas Damkar Kota Palopo dengan mengerahkan mobil Damkar. Jalan disemprot supaya lumpur bersih.

Anggota DPRD Kota Palopo dari Partai Gerindra, Nureny, mengapresiasi tim Damkar Kota Palopo yang sejak pagi sigap turun membantu warga membersihkan lumpur yang mengotori berbagai ruas jalan di Palopo, termasuk di Jalan Cakalang.

ADVERTISEMENT

Melalui akun Facebook-nya, legislator Partai Gerindra Palopo ini menyiarkan live saat petugas Damkar Palopo menyemprot jalan yang dipenuhi endapan lumpur sisa banjir.

Kawasan Jalan Belimbing, Kelurahan Dangerakko, Kecamatan Wara, termasuk titik terparah terendam banjir. Lumpur juga mengendap di rumah warga dan jalan. Termasuk jalan H. Hasan, endapan lumpur juga terlihat disana-sini. “Tolong Damkar bantu bersihkan lumpur di jalan, karena kalau kering akan menyebarkan debu,” kata Sahbuddin, salah seorang warga Jalan H. Hasan Palopo.

Diketahui, banjir merendam sejumlah permukiman warga di Kota Palopo, Sulseel, Jumat malam (1/10/2021). Banjir terjadi karena luapan Sungai Amasangan yang berhulu di Latuppa usai diguyur hujan sejak Jumat (1/10/2021) sore.

Beberapa titik dilanda banjir di Palopo, seperti kawasan Jalan Jenderal Sudirman (Andi Djemma), Jalan Belimbing, Jalan Ambe Nona, Jalan Ahmad Razak dan Jalan Cakalang.

Ketinggian air bervariasi antara 60 hingga 80 sentimeter. “Banyak rumah warga di Jalan Cakalang terendam banjir, yang menyisahkan lumpur tebal setelah surut,” kata Anggota DPRD Kota Palopo, Nureny, yang turun langsung meninjau banjir di beberapa permukiman warga di kawasan di Jalan Cakalang.

Banjir juga merendam rumah warga di Jalan Belimbing, Kelurahan Dangerakko, Kecamatan Wara. Sejumlah barang berharga milik warga juga ikut terendam. “Air sudah sampai lutut, mana tim BPBD Palopo, tim SAR?” teriak salah seorang warga Jalan Belimbing, saat air mulai memasuki rumahnya.

Selain merendam rumah, banjir juga merendam akses jalan Trans Sulawesi. Akibatnya tak sedikit pengendara memilih berputar arah. Sementara tak sedikit motor milik pengendara yang nekad melintas mogok hingga terpaksa didorong.

“Banjir terparah di Jalan H. Hasan dan Cakalang, karena air Sungai Latuppa meluap,” kata Ikhlas Sabar, salah seorang warga Jalan H. Hasan, menyiarkan secara live di FB-nya banjir saat merendam rumahnya.

“Minta tolong Damkar bantu warga bersihkan lumpur di jalan, setelah banjir surut. Kalau kering bisa sebabkan banyak debu,” lanjut dia. (*)

ADVERTISEMENT