Baru Diluncurkan, Web Error, Terpaksa Pendaftaran “Kartu Pra Kerja” Dibatalkan Sementara

255
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA–Rupanya pembukaan pendaftaran program Kartu Pra Kerja batal terlaksana hari ini.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Hingga saat ini laman www.prakerja.go.id masih belum stabil dan belum terdapat kolom pendaftaran.

Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja, Panji Ruky mengatakan pihak Project Management Office (PMO) masih menutup kolom pendaftaran pada website lantaran masih ada persiapan teknis yang masih harus disempurnakan.

“Masih kami tutup pagi ini karena masih persiapan,” kata Panji di Jakarta, melansir Detikcom, Kamis (9/4/2020).

ADVERTISEMENT

Dia menjelaskan, persiapan-persiapan teknis yang dimaksud agar layanan situs dapat diakses dengan aman dan andal oleh para calon peserta.

“Termasuk agar siap melayani jutaan visitor dan ratusan ribu pendaftar saat mulai dibuka dan menjaga agar situs aman dari resiko keamanan siber,” jelasnya.

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

BACA JUGA: Dipercepat! Kartu Pra Kerja Hari Ini Diluncurkan, Ini Syaratnya Untuk Jadi Peserta

Perlu diketahui, PMO nantinya menjalankan program ini secara penuh, termasuk menentukan Balai Latihan Kerja (BLK) yang akan menjalankan pelatihan kerjanya.

Program Kartu Pra Kerja untuk 5,6 juta peserta dengan total anggaran Rp 20 triliun. Dengan jumlah tersebut maka akan ada kuota 164.872 orang setiap minggunya yang bisa ikut program Kartu Pra Kerja.

Selama pandemi corona, peserta akan mendapat manfaat sebesar Rp 3.550.000 per orang, rinciannya adalah bantuan pelatihan sebesar Rp1.000.000, insentif penuntasan pelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan, dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 150.000.

Setelah pandemi selesai, maka manfaat yang diterima akan kembali ke besaran Rp 650.000 per orang yang terdiri dari Rp 500.000 uang pelatihan dan Rp 150.000 merupakan uang survei kebekerjaan. (*/iys)

ADVERTISEMENT