Begini Sosok Bocah Nurfaisah, Korban Tewas di Sungai Pajalesang-Ammasangan di Mata Tetangganya di Kompleks Cempaka Palopo

3924
ADVERTISEMENT

PALOPO–Satu korban tewas yang hanyut saat meluapnya Sungai Ammasangan di sekitar Jalan Ahmad Razak, Wara Palopo, telah ditemukan Minggu petang tadi, sekira pukul 18.00 WITA.

Oleh Tim Basarnas dan Tim SAR Gabungan, korban ditemukan dalam keadaan tak bernyawa lagi, tak jauh dari lokasi awal Nurfaisah dan temannya saat terjatuh dan hanyut dibawa air, dalam kondisi hujan deras sore tadi, sekira pukul 15.00 WITA.

ADVERTISEMENT

Sosok almarhumah Nurfaisah alias Icha (12 tahun) di mata keluarga dan tetangga dekat rumah korban adalah sosok periang yang rajin membantu keluarga dan tetangganya.

Hal ini diungkap salah satu tetangga dekat rumah Almarhumah, di kompleks Cempaka Pajalesang, Palopo, Ahad, 7 Maret 2021, malam, saat disambangi Koran Seruya beberapa saat setelah dievakuasi.

ADVERTISEMENT

Mama Jeri, tetangga dekat dari siswa kelas 6 madrasah ibtidaiyah (MI) DDI Anggrek itu berkata, “Kalo Nurfaisa atau Icha ini anaknya baik sekali kasihan, sama dengan Murni (korban yang belum ditemukan), mereka anak yang baik semua,” ucapnya.

Ia melanjutkan, jika Almarhumah Icha adalah sosok anak yang rajin membantu orangtuanya. “Icha ini rajin membantu kedua orangtua, tiap pagi dia saya lihat rajin membantu cuci piring bahkan pakaian juga.”

ADVERTISEMENT

“Saya sama korban ini rajin turun ke pinggir sungai mencari sayuran, pakis dan tanaman di sana, tadi na ajakka ka juga pergi, tapi pas saya menoleh ke atas, saya lihat tebal sekali awan, mending hitam, jadi saya tidak pergi temani,” kata Mama Jeri.

Almarhumah adalah buah hati pasangan Ratna dan Sofyan, warga kompleks Cempaka Pajalesang yang berprofesi sebagai buruh.

Rencananya, korban akan dimakamkan di Pekuburan Purangi, Senin 8 Maret 2020, ba’da Dhuhur.

Dari data Tim SAR gabungan, Kamal Rusli selaku ketua Tim Gabungan mengatakan, kronologi hanyutnya korban, saat tiba-tiba air sungai meluap, akibat hujan deras dari hulu (pegunungan) membuat 4 warga Cempaka itu hanyut.

“Kami Tim SAR gabungan menemukan jasad anak ini sekitar 2 kilometer dari lokasi tenggelamnya, kondisinya saat ditemukan sudah tak bernyawa dan dalam kondisi tersangkut pada ranting kayu” kata Kamal.

Korban yang berhasil selamat adalah Nurfaeni (11) dan Saskia (6).

Sedangkan Nurfaizah (12) saat ditemukan petang tadi sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

Sementara, bocah lainnya, bernama Murni (8) hingga kini masih dalam proses pencarian. Hanya saja berhubung kondisi sudah gelap, maka Tim SAR gabungan menghentikan sementara proses pencarian, dan akan kembali dilakukan Senin pagi esok (8/3).

Berikut foto suasana di sekitar rumah duka petang tadi:

(har)

ADVERTISEMENT