BIKIN MERINDING: Mery Yulyanda, Pramugari Lion Air Sebelum Terbang Posting Status Minta Perlindungan kepada Allah…

14963
Alfiani, salah seorang pramugari pesawat tersebut, juga sempat memposting sebuah foto bersama kru kabin pesawat Lion Air sebelum terbang. Sebanyak lima orang kru pesawat berfoto bersama. Postingan kabin kru Lion JT-610 sebelum jatuh di perairan Tanjung, Karawang, Senin (29/10/2018) itu, satu jam sebelum pesawat terbang.
Alfiani, salah seorang pramugari pesawat tersebut, juga sempat memposting sebuah foto bersama kru kabin pesawat Lion Air sebelum terbang. Sebanyak lima orang kru pesawat berfoto bersama. Postingan kabin kru Lion JT-610 sebelum jatuh di perairan Tanjung, Karawang, Senin (29/10/2018) itu, satu jam sebelum pesawat terbang.

SALAH seorang pramugari pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di Laut Kerawang, Jawa Barat, Mery Yulyanda, sebelum terbang, sempat mengunggah status berupa doa meminta perlindungan kepada Allah. Status itu diunggah satu jam sebelum insiden jatuhnya pesawat naas itu.

Mery Yulyanda tercatat sebagai salah satu flight attendant yang bertugas dalam pesawat Lion Air JT610 tersebut.

Tak hanya itu, Alfiani, salah seorang pramugari pesawat tersebut, juga sempat memposting sebuah foto bersama kru kabin pesawat Lion Air sebelum terbang. Sebanyak lima orang kru pesawat berfoto bersama. Postingan kabin kru Lion JT-610 sebelum jatuh di perairan Tanjung, Karawang, Senin (29/10/2018) itu, satu jam sebelum pesawat terbang.

(BERITA TERKAIT):  Alfiani, Pramugari Lion Air yang Jatuh di Karawang Posting 3 Foto Terakhir di Instagramnya: It’s Dark Inside

Setelah pesawat dinyatakan jatuh, pihak Lion Air memberikan pernyataan resmi. Berikut Pernyataan Pihak Lion Air

Dear Rekan Media

Melalui kesempatan baik ini, kami menyampaikan – pernyataan media (media statement) dengan keterangan terlampir dan dalam body e-mail.

Senin, 29 Oktober 2018. Penerbangan Lion Air nomor penenerbangan JT 610 dengan rute penerbangan Cengkareng menuju Pangkalpinang mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pukul 06:20 WIB menuju Pangkalpinang.

Setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628” (sekitar Kerawang).

Pesawat mengangakut 178 penumpang dewasa satu penumpang anak-anak dan dua penumpang bayi termasuk dalam penerbangan ini ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi.

Pesawat dengan regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8.

Pesawat ini buatan 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018 . Pesawat dinyatakan laik operasi.

Pesawat dikomandoi:

Capt. Bhavye Suneja

Copilot Harvino

Enam awak kabin:

1 Shintia Melina

2 Citra Noivita Anggelia

3. Alviani Hidayatul Solikha

4. Damayanti Simarmata

5. Mery Yulianda

6. Deny Maula.

Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang

Lion air sangat prihatin dengan kejadian ini dan akan berkerjasama dengan instansi terkait dan semua pihak sehubungan dengan kejadian ini.

Terkait dengan kejadian ini kami membuka crisis center di nomor telepon 021-80820000 dan untuk infomasi penumpang di nomor telpon 021-80820002

Kami akan terus memberikan informasi terbaru sesuai perkembangan lebih lanjut. (*/cbd)