Buntut Penganiayaan Pengawas SPBU Wasuponda, Mahasiswa Tuntut Wakil Ketua DPRD Luwu Timur Disanksi

656
Mahasiswa unjuk rasa di DRPD Luwu Timur. (Foto : ist)
ADVERTISEMENT

LUWU TIMUR — Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Komando Wilayah Gerakan Aktivis Mahasiswa Luwu Raya, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur, Jalan Soekarno-Hatta, Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Jum’at (6/5/2022) Siang.

Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan buntut insiden dugaan penganiyaan kepada pengawas SPBU Wasuponda yang dilakukan sopir wakil ketua II DPRD Luwu Timur, H Usman Sadik.

ADVERTISEMENT

Kejadian bermula saat Usman Sadik dan sopirnya singgah ke SPBU untuk melalukan pengisian Bahan Bakar Minyak jenis pertalite emergency. Namun SPBU belum menyediakan Peratalite emergency kerena masih dalam tahapan pengurusan izin.

Tapi Usman Sadik tidak menerima alasan dari SPBU Wasuponda. Wakil rakyat itu bahkan mengancam akan menutup SPBU tersebut.

“Sebagai Anggota DPRD Luwu Timur, H Usman Sadik menunjukan sikap arogansinya kepada masyarakat. Sebagai wakil rakyat harus menunjukan sikap perilaku yang baik kepada masyarakat, bukan malahan berbanding terbalik,” tegas koordinator aksi, Apet.

“Kami medesak Badan Kehormatan Dewan Kabupaten Luwu Timur untuk memberikan sanksi kepada H Usman Sadik yang dinilai telah melanggar peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2015 tentang Kode Etik Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonsia,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, tak ada satu pun Anggota DPRD Luwu Timur yang menemui massa. Mereka lalu bergerak ke traffic light Malili untuk melanjutkan aksinya. Mereka juga melakukan bakar ban.

Setelah melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Luwu Timur, namun tidak ada se orang pun anggota DPRD yang ditemui massa aksi, setelah dari pada itu massa aksi langsung menuju ke lokasi aksi ke dua bertempat di pertigaan Lampus Merah Malili melanjutkan aksinya dengan berorasi dan membakar Ban Bekas. (hwn)

ADVERTISEMENT