Debat Pilkada Lutim: Rio Bingung Saat Ditanya Budiman Soal VUCA

5280
ADVERTISEMENT

Makassar — Debat kandidat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Luwu Timur telah berlangsung di Makassar, Selasa (24/11/2020) di Hotel Four Point By Sheraton di Jl Andi Djemma Makassar.

Dalam debat tersebut, kedua pasangan calon tampak saling lempar pertanyaan, dan saling menanggapi jawaban dari rivalnya. Termasuk dalam Segmen 4 (Debat Calon Wakil Bupati), saat Calon Wakil Bupati Luwu Timur nomor urut 1 Budiman Hakim mengajukan pertanyaan soal strategi dalam menjalankan pemerintahan di era VUCA. Sayangnya, pertanyaan ini hanya dijawab secara normative oleh Calon Wakil Bupati Nomor urut 2, Andi Muhammad Rio Patiwiri.

ADVERTISEMENT

“Insya Allah Luwu Timur kalua kami terpilih, Ibas Rio terpilih, kami akan melaksanakan pemerintahan sesuai dengan apa yang harus berjalan dengan semetinya. Kami akan berjalan sesuai dengan undang-undang, kami akan menetapakan orang-orang yang tepat pada bidangnya. Dan yang paling penting bahwa kebijakan yang akan kami lakukan nanti adalah kebijakan yang pro rakyat, dan kami akan sebagai dwi tunggal di dalam pemerintahan di Kabupaten Luwu Timur ini nanti,” ujar Rio saat menjawab pertanyaan tersebut.

Padahal, jika saja Rio mengusai hal itu, maka kesempatan ini selayaknya digunakan untuk mengeksekusi pertanyaan yang menarik tersebut.

ADVERTISEMENT

Isu soal era VUCA saat ini tengah menjadi perbincangan. VUCA adalah istilah yang diciptakan oleh Warren Bennis dan Burt Nanus, dua orang pakar ilmu bisnis dan kepemimpinan dari Amerika.

VUCA sendiri adalah singkatan dari Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity. Intinya, dunia VUCA adalah dunia yang kita hidupi sekarang, dimana perubahan sangat cepat, tidak terduga, dipengaruhi oleh banyak factor yang sulit dikontrol, dan kebenaran serta realitas menjadi sangat subyektif. Pengaruh terbesar dari pergeseran dunia kita jaman sekarang tentu saja dipengaruhi teknologi.

“Ke depan kita perlu mempersiapkan aparatur sipil negara kita untuk mengupgrade skill dan wawasan, agar mampu berdaya saing dan produktif,” ujar Budiman. (Rah)

ADVERTISEMENT