Di Kelurahan Tobulung Palopo, Sampah Diubah Jadi Emas

1211

PALOPO — Satu terobosan dilakukan Lurah Tobulung Kecamatan Bara Kota Palopo, Dewa Gau dalam menangani sampah di wilayahnya.

Untuk meningkatkan kesadaran warganya akan pentingnya kebersihan, Dewa Gau bekerjasama dengan PT Pegadaian menggagas program Sampah Jadi Emas.

“Kepedulian kami bersama masyarakat akan pentingnya pengolahan sampah dan kebersihan sehingga Pegadaian tertarik untuk memfasilitasi pembangunan bank sampah di kelurahan Tobulung,” kata Dewa Gau.

Melalui program ini, masyarakat mengumpulkan dan memilah sampah plastik, kertas koran hingga besi.

“Sampah itu kemudian dibawa ke bank sampah yang ada di kantor lurah. Hasilnya akan langsung masuk ke rekening warga untuk tabungan emas,” kata Dewa Gau.

Camat Bara, Irwanto Napeng mengapresiasi program tersebut. Melalui ini kata dia, akan mengubah pola pikir masyarakat.

“Mengubah pola pikir masyarakat tentang sampah cukup sulit. Salah satu caranya dengan menyiapkan reward. Ini salah satunya,” kata Irwanto.

Irwanto menambahkan, ia bersama Lurah Tobulung sudah menghadap walikota Palopo untuk launching program ini.

“Insya Allah pak wali akan meresmikannya pada tanggal 27 Juni 2019 mendatang,” tandasnya.

Terpisah, Pimpinan Cabang PT Pegadaian Palopo, Trisulo Wibowo mengatakan program ini terjalin atas kerjasama dengan Lurah Tobulung.

Saat ini kata dia, sudah ada 105 warga kelurahan Tobulung dalam proses daftar untuk pembukaan rekening.

“Sampah yang dikumpulkan di bank Sampah akan ditimbang. Nilai sampah minimal Rp6 ribu langsung masuk ke rekening warga,” kata Trisulo.

Nantinya, jika sudah cukup, warga bisa mengambil hasil tabungan. Bisa berupa emas batangan maupun dalam bentuk uang.

“Minimal 1,1 gram yang terkumpul untuk bisa ditarik dalam bentuk uang. Tapi kalau mau ambil emas batangan, ukuran 1 gram sudah bisa diambil,” jelas Trisulo didampingi Deputy Bisnis PT Pegadaian, Ismail dan salah seorang stafnya, Andino. (asm)