Diduga Cemburu, Siswi SMAN 4 Palopo Dikeroyok di Rumah Kosong, Ini Pengakuan Korban

8296
Tangkapan layar video pengeroyokan siswi SMAN 4 Palopo. (foto : ist)
ADVERTISEMENT

PALOPO — Belum hilang diingatan kasus penganiayaan yang dialami siswa SMAN 3 Palopo, kini kasus serupa kembali terjadi di Kota Idaman.

Media sosial dihebohkan dengan postingan akun Facebook Inha Syafa. Dalam postingannya, terlihat seorang wanita sedang dikeroyok oleh sejumlah wanita.

Dalam video itu memperlihatkan, korban yang bernama AM, 17 tahun dikeroyok dengan cara dipukul. Tak hanya dipukul, siswi SMAN 4 Palopo itu juga ditendang wanita tersebut.

Postingan Inha Syafa itu pun menjadi viral di Facebook. Sebanyak 160 orang merespon postingan itu, 206 komentar dan 622 kali dibagikan. Saat dihubungi Koran SeruYA, pemilik akun Inha Syafa itu mengaku bahwa korban ialah sepupunya.

ADVERTISEMENT

Dia pun bersedia memberikan nomor WhatsApp korban untuk diwawancarai. Korban ialah warga Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pontap, Kota Palopo.

Korban mengaku dijebak saat akan dikeroyok. Saat itu, dia sedang berada di rumah temannya, Perumahan Pepabri Kota Palopo. Namun, pelaku bersama sejumlah rekannya datang ke rumah teman korban.

“Dia menjebak saya. Kebetulan saat itu saya ada di rumah teman. Dia kemudian datang dan minta bantuan untuk diantar ke suatu tempat,” cerita korban.

Tanpa rasa curiga, korban bersama rekannya lalu mengantar pelaku. Tapi saat di rumah kosong yang dimaksud, korban lalu dianiaya dengan cara dipukul dan ditendang.

“Teman saya yang ada disitu tidak dapat membantu. Sebab mereka ada sekitar 10 orang. Jika teman saya membantu, dia juga ikut dikeroyok,” tuturnya.

AM hanya bisa menangis saat dihujani pukulan dan tendangan. Dia pasrah menjadi ‘samsak hidup’ para pelaku. Usai para pelaku pergi, Amelia lalu bergegas ke rumahnya.

Dia lalu menghubungi para keluarganya. Tak terima dengan perlakuan para wanita tersebut, keluarga korban lalu melaporkan hal tersebut ke Polres Palopo.

“Saya mengalami luka lebam di wajah. Ada juga luka memar di sekujur tubuh bekas pukulan dan tendangan para pelaku,” ujarnya.

Dugaan sementara, pengeroyokan itu terjadi lantaran pelaku utama cemburu terhadap korban. Hal itu dikarenakan, kekasih pelaku tersebut menyukai korban.

“Tapi saya tidak mau sama itu laki-laki. Sebab saya tahu, mereka mempunyai hubungan spesial. Makanya saya tidak mau sama pacarnya salah satu pelaku,” katanya.

Sementara itu, KBO Reskrim Polres Palopo, Iptu Langkaryanto mengatakan telah menerima laporan korban. Bukti visum dan rekaman kamera dijadikan alat bukti.

“Laporannya sudah kami terima. Saat ini kasus tersbeut dalam penyelidikan Polres Palopo. Semoga para pelaku dapat segera kami amankan,” jelas Iptu Langkaryanto. (liq)

ADVERTISEMENT