Dilarang Sandar di Pelabuhan Alor karena Khawatir Bawa Virus Corona, Kapal Pesiar Asal Australia Ini akan Sandar di Tanjung Ringgit 9 Maret

6763
MV Coral Adventure, kapal asing berbendara Australia yang akan sandar di Pelabuhan Tanjung Ringgit Kota Palopo, Senin (9/2/2020) mendatang
ADVERTISEMENT

PALOPO–MV Coral Adventure, kapal asing berbendara Australia yang akan sandar di Pelabuhan Tanjung Ringgit Kota Palopo, Senin (9/2/2020) mendatang, dikhawatirkan membawa virus corona, menyusul kapal tersebut memuat sedikitnya 46 turis dari berbagai negara, terutama dari Australia.

Begitu kabar kapal asing tersebut akan sandar di Pelabuhan Tanjung Ringgit, publik di kota ‘Idaman’ ini jadi resah dan khawatir. Bukan apa-apa, saat ini virus corona yang telah menjangkiti berbagai negara di Dunia, termasuk Indonesia, sudah jadi momok menakutkan.

Apalagi, beberapa daerah melarang kapal ini berlabuh di pelabuhannya. Salah satunya, Pemerintah Kabupaten Alor mengeluarkan larangan berlabuh bagi kapal pesiar MV Coral Adventure dari Australia itu.

BACA JUGA:  Sopir Truk asal Sulbar Tewas Dianiaya Massa di Papua Tinggalkan Istri Tanpa Anak, Berikut 10 Fakta Kasus Sadis Ini

ADVERTISEMENT

Larangan berlabuh bagi MV Coral Adventure itu diminta langsung oleh Bupati Alor, Amon Djobo dalam surat resminya, Sabtu (29/02/2020) lalu, yang ditujukan Kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalabahi di ibu kota Kabupaten Alor.

Dalam surat itu, Bupati Alor Amon Djobo menginstruksikan agar KSOP kelas IV Kalabahi tak melayani permohonan dari agen wisata PT. Sinar Samudra Selatan yang sebelumnya telah meminta izin agar kapal pesiar berbendera Australia itu berlabuh di perairan Alor setelah berwisata di perairan Kupang.

ADVERTISEMENT

Nah, kapal ini akan sandar di pelabuhan Palopo, Tanjung Ringgit, tanggal 9 Maret 2020 mendatang. Apakah diijinkan?

Kepala Syahbandar Kota Palopo, Taufan Eka Putra, membenarkan jika sesuai jadwal yang diterima pihaknya, kapal tersebut akan sandar di Pelabuhan Tanjung Ringgit Palopo pada Senin (9/2/2020) mendatang.

Menurut Taufan, masyarakat tidak perlu panik dan resah, karena pihaknya akan menjalankan protap terkait sandarnya kapal tersebut. Tak hanya itu, pihak Syahbandar akan berkoordinasi dengan instansi terkait, terutama Dinas Kesehatan Kota Palopo untuk pemeriksaan kesehatan para turis tersebut sebelum turun dari kapal.

BACA JUGA:  BIADAB! Ayah di Luwu Ini Berulangkali Setubuhi Puterinya, Tak Tahan Korban Akhirnya Mengadu ke Polisi

“Kami bersama pemerintah dan dinas terkait akan melakukan langkah antisipatif. Bahkan, kami sudah jadwalkan akan rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, Jumat (5/3/2020). Semua langkah antisipatif akan dibahas dalam rapat ini. Bahkan, kami juga mengundang Bapak Walikota dan unsur Forkominda Kota Palopo untuk membicarakan berbagai hal terkait rencana sandarnya kapal ini, ditengah mewabahnya virus corona,” ujar Taufan via ponselnya ke KORAN SERUYA, petang kemarin.

Menurut Taufan, rapat koordinasi atas inisiatif pihak Syahbandar ini, sebagai upaya dan langkah waspada pihaknya ditengah mewabahnya virus corona. “Kita tunggu saja apa hasil rapat nantinya, sebab banyak hal yang harus dibahas, termasuk kesiapan tenaga medis melakukan pemeriksaan kesehatan para turis tersebut sebelum turun dari kapal,” katanya.

Catatan Syahbandar Palopo, kapal pesiar MV Coral Adventure sudah beberapa kali sandar di Pelabuhan Tanjung Ringgit memuat turis asing yang akan berkunjung ke Tana Toraja. Termasuk rencana sandar tanggal 9 Maret, kapal pesiar ini juga memuat turis asing yang akan berkunjung ke Tana Toraja.

Kapal ini sandar menurunkan penumpangnya yang akan berkunjung ke Tana Toraja. Dari Pelabuhan Tanjung Ringgit, para turis tersebut akan menumpangi mobil ke Tana Toraja. Selanjutnya, dari Tana Toraja, turis kembali ke pelabuhan Tanjung Ringgit.

BACA JUGA:  Di Luwu Utara, Pensiunan Polisi Diadukan Aniaya Siswa SMP di Depan Kepala Sekolahnya di Malangke

Sebelum sandar di Tanjung Ringgit, kapal pesiar ini terlebih dahulu sandar di beberapa pelabuhan di Sulawesi, diantaranya Pelabuhan Jampea, Selayar, termasuk di daerah Sulawesi Tenggara. Bahkan, sebelum ke Sulawes, kapal ini sandar di Pelabuhan Kupang, lanjut Pelabuhan Ende di Provinsi NTT, termasuk di Pulau Komodo, Labuan Bajo, NTT.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Palopo, Ilham Hamid ikut angkat suara menjawab keresahan masyarakat atas rencana sandarnya kapal pesiar asal Australia tersebut. Menurut Ilham, masyarakat Palopo tidak usah panik.

Menurut Ilham, kapal jenis Coral Adventure memuat turis asal Australia dan New Zealand tersebut sudah keliling di berbagai daerah di Indonesia, sebelum sandar di Pelabuhan Tanjung Ringgit. “Tentunya, di setiap pelabuhan yang disinggahi, para turis tersebut menjalani pemeriksaan ketat sehingga tidak usah panik,” katanya.

BACA JUGA:  Video Detik-Detik Polisi Razia Apotik Akibat Masker Langka di Palopo

Begitupun saat sandar di Pelabuhan Tanjung Ringgit, kata Ilham, para turis tersebut tetap akan menjalani pemeriksaan ketat. “Makanya, kami akan rapat bersama pihak Syahbandar dan instansi terkait. Rapat ini akan membahas berbagai langkah antisipatif,” ujar Ilham. (iys)

ADVERTISEMENT