Dinkes Perketat Pengawasan Makanan dan Minuman

103
ADVERTISEMENT

PALOPO-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palopo bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bergerak aktif untuk memperkuat pengawasan pasaran demi menjaga konsumen dari peredaran produk makanan dan minuman (mamin) kemasan.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Hal tersebut, dikatakan oleh Kepala Seksi (Kasi) Farmasi dan Alkes Dinkes Palopo, Muhammad Mun’im, kepada wartawan, Rabu (19/2/2020).

Dia menyampaikan pengawasan secara tertib dan teratur dilaksanakan setiap saat oleh dinkes dengan berkoordinasi BPOM.

Hal itu dilakukan untuk memastikan tidak ada mamin kadaluarsa atau mamin yang mengandung zat pengawet beredar di masyarakat.

ADVERTISEMENT

Menurut Muhammad Mun’im, pihaknya akan terjun langsung memeriksa mamin pada bulan ramadhan.

“Kita akan turun langsung ke lapangan sekitar Maret atau menjelang pelaksanaan bulan suci Ramadhan tahun ini,” ujar pria yang akrab disapa Boim ini.

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

Tambahnya lagi, Kemenkes-RI akan memberikan bantuan mobil layanan pemeriksaan produk mamin untuk lebih mendukung tugas pengawasan tahun 2021.

Fungsi dari bantuan mobil ini rencananya sebagai lab guna memeriksa di tempat sample mamin sudah diajukan ke pusat kemudian menunggu untuk direalisasikan di tahun 2021.

Lebih jauh Boim mengutarakan bahwa dibkes telah menganggarkan sebesar kurang lebih Rp. 1,5 Miliar untuk pengadaan obat-obatan di 12 Puskesmas se kota Palopo di tahun 2020 ini. Ia juga mengatakan stok obat-obatan di PKM-PKM masih mencukupi.

“Ketersediaan obat-obatan kita, masih dapat bertahan hingga April dan Mei 2020. Namun, jika ada PKM yang stok obatnya habis, bisa memakai anggaran JKN,” jelas Boim. (Anggi)

ADVERTISEMENT