Dirut Perum Bulog “Berasap” Dituding Biang Kerok Impor Beras, Ternyata Terungkap Dua Menteri Ini Pelakunya

178
ADVERTISEMENT

NASIONAL–Pembahasan berkaitan dengan impor beras 1 juta ton menjadi perbincangan di media sosial dan bahkan banyak yang menyesali bahwa ada yang ingin melakukan kebijakan itu sebab menurut beberapa pihak impor beras tidak seharusnya dilakukan.

Budi Waseso yang juga sebagai Direktur Utama Perum Bulog mengaku jika pihaknya tidak meminta untuk impor beras, sebab masih ada cadangan di gudang Bulog.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya dalam penjelasan di Kompas TV, Budi Waseso mengungkapkan bahwa rencana impor beras sebanyak 1 juta ton datang dari dua menteri, yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi.

“Kebijakan Pak Menko dan Pak Mendag, kami akhirnya dikasih penugasan tiba-tiba untuk melaksanakan impor,” kata Budi Waseso berterus terang.

ADVERTISEMENT

Purnawirawan polisi itu terlihat agak kesal. Pasalnya, berhembusnya isu mengenai keputusan pemerintah untuk impor beras itu memberi tekanan terhadap harga gabah petani. Lantaran hal itu diketahui saat memasuki masa panen raya pertama tahun ini yang berlangsung sepanjang Maret-April 2021.

“Ini ada panen, berarti ada benturan produksi dalam negeri dengan impor. Ini baru diumumkan saja sekarang dampaknya di lapangan harga di petani sudah drop,” katanya saat rapat dengar pendapat bersama Badan Legislasi DPR, Selasa (16/3/2021) pekan lalu.

Budi, yang biasa disapa Buwas, adalah bos Bulog yang berkarir di kepolisian. Dia adalah perwira tinggi Polri dengan pangkat terakhir sebagai Komjen. Dua jabatan penting di masa akhir pengabdiannya adalah Bareskrim Polri dan Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional).

(*)

ADVERTISEMENT