Forkopimda Palopo Ikuti Peringatan Pancasila Secara Virtual : Bintang Penuntun Hadapi Tantangan

45
Pemerintah Kota Palopo beserta Forkopimda serta seluruh jajaran Perangkat Daerah Kota Palopo mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2022 secara Virtual. (Foto : Kominfo Palopo)
ADVERTISEMENT

PALOPO — Pemerintah Kota Palopo beserta Forkopimda serta seluruh jajaran Perangkat Daerah Kota Palopo mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2022 secara Virtual. Kegiatan itu berlangsung di Ruang Pertemuan Ratona Kantor Walikota Palopo, Rabu (1/5/2022).

Kegiatan itu dihadiri, Ketua DPRD Palopo, Hj Nurhaenih, Kepala Kejaksaan Palopo, Agusriyanto, Wakapolres Palopo, Kompol Sanodding, Sekretaris Daerah Palopo, Firmanza DP dan tamu undangan lainnya.

ADVERTISEMENT

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2022 tersebut terpusat di Lapangan Upacara Ende Nusa Tenggara Timur. Upacara itu dipimpin Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Joko Widodo dalam amanatnya menyampaikan pancasila bukan hanya mempersatukan bangsa Indonesia, tapi pancasila juga menjadi Bintang penuntun ketika bangsa Indonesia menghadapi tantangan dan ujian dan ini sudah dibuktikan dalam perjalanan bangsa.

ADVERTISEMENT

“Bangsa dan negara kita dapat berdiri kokoh menjadi negara yang kuat karena kita semua sepakat untuk berlandaskan pada pancasila,” kata Jokowi.

Jokowi juga mengajak kepada pemimpin bangsa pejabat pemerintahan, tokoh agama dan masyarakat, para pendidik, para pemimpin, tokoh politik dan ormas dan pemimpin lainnya untuk menjadi teladan menjadi tokoh aktualisasi nilai-nilai pancasila.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Palopo, Firmanza DP menjelaskan, warga Palopo harus mengamalkan pancasila dan memperjuangkan pancasila. Itu dapat diwujudkan dalam sistem kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan.

“Kita mengimplementasikan dalam tata kelola pemerintahan dan juga menjiwai interaksi antar sesama anak bangsa,” kata Firmanza.

“Saat ini menghadapi situasi dunia yang bergejolak pandemi covid-19 belum sepenuhnya berakhir dan diikuti krisis energi dan pangan serta ancaman kemiskinan dan kelaparan dan juga perang di ukraina,” pungkasnya. (kominfo)

 

ADVERTISEMENT