Gandeng Unanda Palopo, Bappeda Gelar Workshop GIS Tingkat Dasar, Ini Tujuannya!

173

PALOPO — Dalam rangka meningkatkan kapasitas perencana publik di Kota Palopo, Bappeda menggelar Workshop Geographic Information System (GIS) Tingkat Dasar, Senin-Selasa (30-31/12) di Kopi Bisang, Palopo.

Pelaksanaan workshop ini menggandeng Pusat Perencanaan, Pengembangan dan Kerjasama (P3K) Universitas Andi Djemma sebagai Narasumber.

Asmuradi Budi, Kepala Bidang Ekonomi, Sosial & Pemerintahan Bappeda, mengungkapkan bahwa perencanaan daerah yang baik harus pula berbasis spasial. Untuk itu, diperlukan penguasaan teknologi dan keterampilan dalam pemanfaatan aplikasi pengolah data dan informasi geospasial.

“Ke depan, seluruh perencanaan pembangunan harus diolah secara spasial. Hal ini sangat penting mengingat pola perkembangan kota yang semakin cepat, harus dipantau dinamikanya per wilayah. Kita tidak boleh lagi berpikir meng-generalisasi wilayah Palopo dalam persoalan yang sama, dan men-deliver kebijakan yang sama. Tapi, harus berbasis persoalan yang hadir di wilayah tersebut,” kata Asmuradi.

Sementara itu Sekretaris P3K Unanda, Amiruddin Akbar Fisu mengungkapkan bahwa pemanfaatan GIS dalam perencanaan sangat perlu diarusutamakan, khususnya dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

“Melalui workshop ini P3K Unanda mencoba meningkatkan kapasitas perencanaan pembangunan di Kota Palopo. Ke depan, perencana publik harus familiar dengan aplikasi-aplikasi pengolah data dan informasi geografis. Ini penting karena Palopo sedang dalam tahap perkembangan wilayah kota yang relatif cepat, dibanding daerah-daerah lain, sehingga perlu upaya perencanaan, pemanfaatan dan pengendaliaan ruang kota yang lebih baik,” kata Amiruddin.

Sementara itu, Kasubid Penataan Ruang dan Pertanahan Bappeda, Zulham A Hafid mengatakan bahwa workshop ini melatih 15 peserta dari beberapa organisasi perangkat daerah prioritas, seperi Dinas PUPR, Dinas Perkim, Dinas Pertanahan, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sandi dan Statistik, BPDB dan Bagian Pemerintahan.

Muatan teknis dari workshop ini menurutnya, merupakan tema-tema dasar seperti pengenalan peta dan pemanfaatan ArcGIS dalam perencanaan. “Melalui workshop dasar selama dua hari ini, teman-teman perencana di OPD sudah dapat menyajikan informasi dan data berbasis spasial. Ke depan melalui Simpul Jaringan Informasi Geospasial yang merupakan amanah Perpres Percepatan Kebijakan Satu Peta, teman-teman yang sudah dibekali skill inilah yang akan menjadi walidata di OPD masing-masing,” kata Zulham. (Ist/Iys)