Golkar Punya Pengalaman Pahit di Pilkada Lutra, Jangan Sampai Kalah 4x

314
  • MASAMBA–Partai Golkar punya sejarah pahit selama tiga kali perhelatan Pilkada langsung di Luwu Utara. Tiga kali mengusung calon, partai ‘Beringin Rimbun’ ini selalu kalah. Karena itu, Golkar bertekad tidak akan mengulangi kesalahan yang sama untuk kalah empat kalinya pada Pilkada 2020.

Partai Golkar sangat yakin, dengan mengusung incumbent, Indah Putri Indriyani, maka tidak akan terulang 4x kalah di Pilkada Lutra. Ini menjadi salah satu alasan Golkar mencalonkan Indah.

Alasan mengusung Indah tersebut disampaikan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid pada malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Partai Golkar tingkat Sulsel yang dipusatkan di Lapangan Taman Siswa Masamba, Lutra, Sabtu (23/11/2019) malam lalu. Puncak HUT Golkar ini dimeriahkan konser
Wali Band dan dihadiri puluhan ribu masyarakat Lutra.

NH, begitu Nurdin Halid akrab disapa, mengatakan, Partai Golkar sangat yakin akan memenangkan Pilkada Lutra 2020 dan tidak akan kalah untuk empat kalinya sehingga mengusung Indah. Di hadapan puluhan ribu masyarakat Lutra, NH mengatakan Partai Golkar tanpa koalisi akan mengusung Indah karena memenuhi syarat pencalonan. “Golkar tanpa koalisi akan mengusung Indah Putri Indriani,” tegas NH.

Dikatakan NH, Luwu Utara di bawah kepemimpinan Indah jauh lebih maju. Hal ini disebabkan pertumbuhan ekonomi Lutra meningkat dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Partai Golkar merupakan satu-satunya partai yang dapat mengusung pasangan calon di Pilkada Luwu Utara tanpa harus melakukan koalisi.  Partai berlambang pohon beringin punya 8 kursi di DPRD. Sementara syarat mengusung pasangan calon minimal tujuh kursi.

Sebagai catatan Pilkada di Lutra, tiga perhelatan Pilkada ‘jagoan’ Golkar tumbang. Yakni, Pilkada langsung pertama tahun 2005, Partai Golkar kala itu mengusung Asryad Kasmar. Arsyad ketika itu kalah bersaing dari Muchtar Luthfi Mutty.

Begitupun saat Pilkada 2010, Partai Golkar yang kembali mengusung Arsyad Kasmar lagi-lagi gagal.  Pilkada 2015, Partai Golkar jadi pendukung petahana Arifin Junaedi yang berpasangan dengan mantan anggota DPRD Andi Abdullah Rahim.

Indah sendiri mengaku senang telah diusung Partai Golkar. Meski telah memenuhi syarat, Indah tetap berharap Golkar bisa berkoalisi dengan partai lainnya untuk membangun koalisi besar demi memenangkan Pilkada Lutra. Beberapa partai ditempati Indah ikut mendaftar, di antaranya PDIP, PAN, termasuk Partai Gerindra.

Indah juga berharap diusung PDIP. Pada Pilkada 2015, Indah menang berduet dengan Thahar Rum diusung PDIP. Apalagi, Indah memiliki hubungan emosional yang kuat dan terjalin sudah lama. (***/cbd)