Gubernur Sulsel Batal Disuntik Vaksin Hari Ini, Ternyata Ini Penyebabnya

207
ADVERTISEMENT

MAKASSAR–Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah ternyata batal disuntik vaksin Covid-19, Kamis (14/1/2021).

Orang nomor satu di Sulsel itu batal divaksin setelah diketahui salah satu anggota keluarganya ternyata ada yang kontak erat (suspect) Covid-19.

ADVERTISEMENT

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Muh Ichsan Mustari menjelaskan perihal batalnya sang gubernur.

“Ada 16 pertanyaan yang diajukan kepada Pak Gubernur. Saat pertanyaan tentang apakah ada anggota keluarga yang kontak erat yang suspect atau positif Covid-19, beliau mengatakan iya, sehingga tidak boleh divaksin,” katanya mengutip Tribun.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, vaksinasi Covid-19 Sinovac Bio Farma di Sulawesi Selatan (Sulsel) akan diberikan pertama kali kepada 14 nama yang terdiri dari eksekutif, legislatif, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan tokoh pemuda.

Ke-14 nama tersebut yakni, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Pangdam VII Hasanuddin Mayjen Andi Sumangerukka, Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam.

ADVERTISEMENT

Kemudian Kepala Dinkes Sulsel Ichsan Mustari, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, Pengurus MUI Sulsel Andi Wahid Haddade, Ketua PPNI Sulsel Abdul Rakhmat.

Lalu, Wakil Sekretaris PKK Sulsel Aisyah Ahmad, Bendahara Persakmi Eha Sumatri, Ketua Persatuan Apoteker Indonesia Sulsel Prof Gemini Alam, Ketua KNPI Sulsel Nur Qanitha.

Serta MPI KNPI Sulsel Imran Eka dan Wakil Sekretaris Persatuan Dokter Gigi Indonesia Ardiansyah Pawinru.

Vasinasi akan berlangsung di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Jl Lanto Dg Pasewang Makassar hari ini, Kamis (14/1/2021).

15 menit jelang vaksinasi, tampak sudah hadir Gubernur NA, Wagub Andi Sudirman, Pangdam VII Hasanuddin Mayjen Andi Sumangerukka, Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam dan lainnya.

Gubernur Nurdin Abdullah tampak mengenakan kemeja putih lengan panjang degan rompi biru cerah, sementara wagub mengenakan batik lengan pendek dengan rompi yang sama.

Pangdam dan Kapolda mengenakan baju dinas.

Meski tak masuk daftar vaksin, turut hadir sekprov Sulsel, kajati Sulsel dan lainnya.

(iys)

ADVERTISEMENT