Gubernur Sulsel : Peyelesaian Daerah Terisolir Adalah Utang Kemerdekaan

587
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menyampaikan sambutan pada peringatan HJL dan HPRL di stadion Lagaligo Palopo.
ADVERTISEMENT

PALOPO — Ribuan warga Tana Luwu memadati stadion Lagaligo Palopo, Rabu (23/1/19). Mereka datang untuk menghadiri upacara peringatan Hari Jadi Luwu ke-751 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-73.

Puncak acara itu dimulai dengan karnaval budaya. Karnaval budaya diikuti oleh instansi pemerintah dan swasta yang ada di Luwu Raya. Mereka berangkat dari istana kedatuan Luwu menuju stadion.

ADVERTISEMENT

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam sambutannya mengatakan, sejak dulu Luwu Raya menghadirkan tokoh-tokoh yang sedari awal mendukung kemerdekaan. “Sudah seharusnya kita meneladani nilai perjuangan para pahlawan dalam kehidupan nyata dan kehidupan sehar-hari,” katanya.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu mengatakan, cara untuk meneladani perjuangan merekan dengan cara bekerja keras, jujur dalam ucapan, teguh dalam pendirian, disiplin menjalankan tugas dan toleransi.

ADVERTISEMENT

“Di panggung ini saya mengajak kepada kepala daerah se-Luwu Raya untuk bersama mengembalikan kejayaan Tana Luwu. “Salah satu produk unggulan yang perlu menjadi perhatian adalah coklat (kakao). “Luwu Raya penghasil coklat ketiga dunia. Kejayaan lainnya, ada nikkel di Luwu Timur. Ini semua yang perlu kita kembangkan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, sebagai gubernur, Nurdin akan memperbaiki infrastuktur yang ada di Tana Luwu khususnya di daerah terisolir.

ADVERTISEMENT

“Kita akan bangun infrastuktur khususnya jalan di daerah terisolir seperti jalan menuju Seko dan Rampi Luwu Utara Kita berharap tahun ini sudah bisa dilewati kendaraan roda empat. Ada bandara Andi Djemma dan bandara Seko bisa dikembangkan. Paling tidak bisa di darati pesawat ATR-72. Penyelesain daerah terisolir adalah utang kemerdekaan yang harus kita selesaikan. Semoga kepala daerah se-Luwu Raya bisa bersinergi dan membangun. Jadikan momentum ini untuk maju dan sejahtera dan menjadi provinsi yang mandiri,” tandas Prof Nurdin.

Sementara itu, mengawali sambutannya, walikota Palopo HM Judas Amir meminta maaf kepada masyarakat yang begitu antusias datang ke lapangan. “Kepada masyarakat, saya mohon maaf kursinya tidak cukup. Ini menandakan antusias dan kebersamaan kita masih terjalin,” katanya,

Walikota Palopo dua periode itu mengajak masyarakat yang hadir untuk bersatu membangun Tana Luwu. “Beban kita adalah memajukan Tana Luwu. Khusus untuk Kota Palopo, insya Allah saya akan tambah kemajuannya,” tegasnya disambut tepuk tangan masyrakat.

Usai menyampaikan sambutan, dilakukan pengundian hadiah utama berupa satu unit rumah yang dilakukan gubernur Sulsel. Dilanjutkan pengundian paket umroh oleh ketua DPRD Sulsel, Moh Roem. Hadiah lainnya juga diundi, seperti sepeda motor, sepeda dan hadiah menarik lainnya. (asm)

ADVERTISEMENT