Gula-gulaNA Untuk WTL, Sebut Luwu Raya Cocok Jadi Ibukota Provinsi Sulsel

1705
ADVERTISEMENT

MAKASSAR — Sejumlah tokoh Luwu Raya menggelar silaturahmi dengan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) di rumah jabatan Gubernur, Jl Jendral Sudirman Makassar, pekan lalu.

Rombongan dipimpin Ketua Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKRL), Buhari Kahar Mudzakkar.

Pada kesempatan itu, tak ada kata yang terlontar dari mulut mantan Bupati Bantaeng dua periode itu soal wacana pemekaran Luwu Tengah maupun provinsi Luwu Raya.

Padahal, cita-cita tersebut merupakan perjuangan Wija To Luwu (WTL) yang sudah digaungkan sejak lama.

ADVERTISEMENT

Kepada para tokoh senior Tana Luwu yang hadir, NA sapaan akrab gubernur hanya mewacanakan Luwu Raya cocok menjadi Ibukota Provinsi Sulsel di masa depan.

Alasannya, lahan yang luas dengan sejumlah potensi membuat Nurdin tertarik dengan wilayah Luwu Raya.

“Kalau ada wacana untuk pemindahan ibukota Provinsi Sulawesi Selatan lebih bagus di Luwu Raya,” ungkap Nurdin pada pertemuan itu.

Aktivis pemekaran Luwu Tengah, Listan CR mengatakan, sama seperti gubernur Sulsel terdahulu, Syahrul Yasin Limpo, tidak ada niat dari pemerintah provinsi Sulsel untuk pembentukan Kabupaten Luwu Tengah, apalagi Provinsi Luwu Raya.

” Apa yang disampaikan gubernur itu hanya seperti memberi gula-gula. Demi untuk menyenangkan Wija To Luwu yang sejak lama menginginkan pemekaran. Supaya tidak ada lagi riak,” katanya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulsel 2018-2023, tidak ada sama sekali disebut wacana atau rencana pemindahan ibukota Provinsi Sulsel, Makassar ke daerah.

” Bagaimana mungkin itu bisa terjadi. Saya kira ini hanya hiburan. Gubernur memang tak ada niat,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Akademisi Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo, Abdul Rahman Nur. Ia menilai wacana yang diungkapkan gubernur hanya sebagai pengalihan saja.

Sebenarnya, gubernur tidak serius dan tidak punya keinginan untuk mendukung lahirnya Provinsi Luwu Raya.

” Saya kira masyarakat Tana Luwu menginginkan Provinsi, bukan ibukota Provinsi Sulsel,” katanya. Menurutnya, gubernur memahami keinginan besar masyarakat Tana Luwu. Namun, tidak niat melepas Tana Luwu.

“Ini soal rentang kendali pelayanan pemerintah kepada masyarakatnya, jadi pemindahan ibu kota Sulsel bukan solusi,” tegasnya. (*/adn)

ADVERTISEMENT