Hadiri Ngaben Massal, Husler Bilang Begini …

629
ADVERTISEMENT

LUTIM – Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler didampingi Wakilnya Irwan Bahri Syam, menghadiri ritual Pitra Yadnya yakni ngaben massal yang dilaksanakan di Desa Alam Buana dan Desa Cendana Hitam Kecamatan Tomoni Timur, Selasa (17/07).

Upacara ngaben massal atau yang biasa disebut Pitra Yadnya dilakukan untuk pembakaran jenazah di dua Desa yakni Desa Alam Buana sebanyak 34 sawa dan di Desa Cendana Hitam sebanyak 50 sawa yang diikuti oleh ratusan warga yang beragama Hindu di daerah tersebut.

Turut hadir Kapolres Luwu Timur, AKBP Leonardo Panji Wahyudi, Ketua PHDI Provinsi Sulsel, I Nyoman Sumaryadi, Anggota DPRD Luwu Timur, I Made Sariana, Camat Tomoni Timur, Sukri, Ketua PHDI Kabupaten Luwu Timur, Wayan Sudarsana, Kepala Desa se-Tomoni Timur.

Ketua Panitia Ngaben massal Desa Alam Buana, I wayan partana menerangkan, ngaben massal merupakan sarana untuk proses kremasi jenazah yang dilakukan oleh warga untuk anggota keluarga yang sudah meninggal. Prosesi ngaben ini juga untuk saling meringankan beban masyarakat yang kurang mampu. Jika dilakukan secara individu, maka membutuhkan dana yang cukup besar hingga mencapai ratusan juta rupiah.

ADVERTISEMENT

Ngaben massal itu juga mampu meringankan beban pekerjaan dan meningkatkan rasa gotong royong serta merekatkan rasa kekeluargaan.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang mampu merangkul semua kalangan, termasuk kami selaku umat sedarma. Semoga ini menjadi kekuatan kita untuk mewujudkan Luwu Timur yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler mengapresiasi atas semangat masyarakat dalam melaksanakan ngaben secara massal. Menurut Husler, Ngaben massal yang dilaksanakan secara bergotong-royong akan meringankan biaya pengabenan. Melalui ritual Pitra Yadnya yang suci keempat ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Husler juga mengajak umat Hindu di Luwu Timur untuk berperan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan kita untuk terpecah. Sebaliknya, jadikan perbedaan sebagai kekuatan. Mari tunjukan peran kita, bersama-sama wujudkan Luwu Timur Terkemuka,” pungkasnya. (hms/ikp/kominfo)

ADVERTISEMENT