Heboh! Video 6 Detik Pelajar SMP “Open BO” di Sosmed, Pelakunya Sudah Terdeteksi

869
ADVERTISEMENT

Sebuah video bugil yang merekam sejoli di Tasikmalaya viral di media sosial, Jumat (28/05/21). Video berdurasi enam detik ini diduga diperankan oleh pelajar.

Berdasarkan penelusuran awak media dari video yang viral, terlihat pemeran wanita telanjang dada dan sang pria rebahan di perut wanita. Pemeran perempuan terlihat memegang payudara dengan wajah nakal menawarkan seks atau dengan istilah Open BO.

ADVERTISEMENT

“Mau sini Open BO 200,” ucap pemeran wanita dalam video tersebut mengutip Detikcom.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya melakukan penelusuran dan investigasi terkait beredarnya video tersebut. Pemeran video tersebut masih di bawah umur.

ADVERTISEMENT

“Ini laporannya masuk ke kami dari penggiat pendidikan datang langsung ke kantor KPAID, karena khawatir dengan dampak yang ditimbulkan dari menyebarnya video asusila lewat WhatsApp tersebut. Identitas (pelajar) pemeran video sudah kami ketahui,” kata Ato Rinanto, Jumat (28/05/21).

Menurut Ato, isi konten sangat mengkhawatirkan bagi perkembangan anak. Pihaknya akan mendatangi pelaku untuk mengungkap motif dan kemungkinan aktor lain di balik pembuatan video ini.

ADVERTISEMENT

“Untuk mengungkap motif dan lain sebagainya, apakah ada aktor lain dalam pembuatan video asusila tersebut. Termasuk kita ini pendampingan psikis terhadap terduga pelaku dalam video itu,” jelas Ato.

Sementara itu, Kepolisian Resort Tasikmalaya langsung melakukan upaya penyelidikan pasca video bugil viral.

“Kami menerima video itu, dan langsung melakukan penyelidikan,” kata Aiptu Josner, Kanit Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya.

Soal Duet Prabowo-Puan Maharani di Pilpres 2024, Ini Kata Pengamat

Pasangan Prabowo Subianto dan Puan Maharani dinilai Pengamat sebagai pasangan tangguh jika maju bertarung di pemilihan presiden (Pilpres) 2024 medatang.

Pasangan ini diyakini mampu melawan nama kuat lainnya yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pemilu 2024.

Ketua DPR Puan Maharani sangat berpeluang mendapatkan tiket untuk kontestasi di Pilpres 2024 dari PDIP. Sementara, Prabowo masih terus didorong kader Gerindrasupaya maju lagi sebagai calon presiden untuk ketiga kali di 2024.

Pengamat Politik Ujang Komarudin menilai, pasangan Prabowo-Puan sangat mungkin terjadi di 2024. Tergantung bagaimana peta politik ke depan. Hari ini, semua calon masih tebar pesona.

Pengamat Ini Buka-Bukaan, Sebut Prabowo Capres dan Puan Maharani Jadi Cawapres | RIAU24.COM

“Mungkin-mungkin saja. Mungkin iya dan mungkin juga tidak. Tergantung pada peta dan dinamika politik ke depan. Saat ini semuanya sedang tebar pesona guna mendapatkan simpati rakyat,” ujar Ujang kepada wartawan, Selasa (25/5).

Bicara kekuatan Prabowo-Puan, akan tergantung lawannya. Bila menghadapi Anies yang digadang calon kuat di 2024, Prabowo-Puan sama kuatnya. Bisa jadi saling mengalahkan.

“Akan sama-sama kuat. Akan saling mengalahkan. Dan tergantung juga ada berapa pasangan dan koalisi partai politik yang dibangun,” katanya.

Jika melihat elektabilitas hari ini, Prabowo Subianto masih berada di urutan teratas. Prabowo kerap diikuti oleh Anies dan Ganjar. Sementara, elektabilitas Puan belum menyaingi tiga tokoh tersebut.

Soal calon lain dari PDIP yakni Ganjar, Ujang yakin akan ada partai yang meminangnya jika hingga mendekati Pilpres elektabilitasnya tetap tinggi dan PDIP tak memberikan tiket.

“Jika elektabilitasnya masih tinggi hingga 2024, soal partai nanti bisa dibeli. Maksudnya nanti ada yang datang,” katanya.

Sebelumnya, pendiri SMRC Saiful Mujani mengatakan, memang yang menjadi pembicaraan belakangan ini memasangkan antara Prabowo dan Puan pada Pemilu 2024.

Namun dia menilai, pasangan tersebut akan sulit melawan tokoh sekelas Gubernur DKI Jakarta, Anies Basweadan. Dia lebih melihat, peluang menang dari sosok Ganjar Pranowo.

“Pembicaraannya kan Puan diplot menjadi cawapres untuk Prabowo. Ini menurunkan harga politik PDIP. Kenapa tidak menjadi presiden padahal partai paling kuat? Targetnya harus ke sana,” jelas Saiful.

Saiful pun merasa tak yakin, Prabowo mampu diandalkan untuk memenangkan pertarungan pada Pemilu 2024 nanti. Hal ini harus menjadi pertimbangan matang bagi Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Kalaupun Puan jadi Cawapres Prabowo, apakah Prabowo bisa diandalkan untuk menang? Ini pertanyaan inti yang harus dijawab. Bila tidak, PDIP mengalami kerugian politik besar. Dan Ibu Mega pasti tidak akan rela partainya jatuh seperti itu,” terang Saiful lagi.

Partai Gerindra Buka Peluang Koalisi?

Sementara itu Partai Gerindra membeberkan peluang ketua umum mereka, Prabowo Subianto, maju Pilpres 2024 dengan sokongan PDI Perjuangan. Wacana duet Prabowo dengan elite PDIP, Puan Maharani, mengemuka.

Perihal peluang Prabowo nyapres disokong PDIP disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Kamis (27/5/2021).

Muzani berbicara hubungan baik Prabowo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Hubungan kita yang baik dengan PDIP, hubungan Pak Prabowo yang baik dengan Ibu Mega, saya kira semua sudah tahu sejak beliau belum ditetapkan sebagai Menhan dan sampai sekarang hubungan itu baik, tidak ada masalah dan itu menjadi sebuah kemungkinan adanya peluang untuk dimungkinkannya Pak Prabowo maju bersama PDI. Tapi pembicaraan tentang itu belum sampai pada hal-hal yang detail,” kata Muzani.

Meski demikian, belum ada pembicaraan resmi soal Prabowo nyapres pada 2024 di lingkup internal Partai Gerindra. Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan ada forum resmi terkait pencapresan.

“Untuk forum yang resmi maupun langsung bicara dengan Pak Prabowo, itu kita belum ada khusus mengenai pilpres. Belum ada. Kami masih fokus pada konsolidasi partai,” ujarnya, Jumat (28/5).

Direktur Parameter Politik, Adi Prayitno menyebut Partai Gerindra bersama PDIP akan mengusung Prabowo Subianto sebagai capres dan Puan Maharani sebagai cawapres pada 2024.

Bergabungnya Gerindra ke dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat ini dinilai sebagai salah satu upaya membangun koalisi di 2024. Gerindra dan PDIP dinilai serius membangun jalan menuju 2024.

“Pernyataan Muzani menggembok kepastian PDIP dan Gerindra maju bareng mengusung Prabowo dan Puan di Pilpres,” katanya.

Lalu, seberapa kuat duet Prabowo dan Puan Maharani andai jadi direalisasikan? Sejauh ini belum ada survei yang mengotak-atik simulasi duet di Pilpres 2024, namun nama Prabowo dan Puan jadi yang terkuat dalam survei elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden.

Prabowo Subianto
Survei Y-Publica yang dilakukan pada 1-10 Mei 2021 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Survei dilakukan melalui sambungan telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error ±2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Hasilnya, nama Prabowo menjadi yang kedua terkuat (16,7 persen), di bawah Ganjar Pranowo (20,2 persen).

Sementara itu, survei Puspoll Indonesia yang dilakukan pada 20-29 April 2021 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur menetapkan Prabowo sebagai tokoh calon presiden dengan elektabilitas tertinggi (20,9 persen). Total sampel 1.600 responden, margin of error 2,45 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Puan Maharani
Survei Y-Publica yang sama menunjukkan elektabilitas Ketua DPR RI Puan Maharani dalam bursa calon presiden (capres) rendah, hanya mencapai 0,7 persen. Namun Puan diunggulkan dalam bursa calon wakil presiden (cawapres).

Temuan survei Y-Publica menunjukkan elektabilitas Puan paling tinggi di antara sejumlah nama populer lainnya, yakni mencapai 16,2 persen, dalam bursa cawapres itu.

Pelaku Pembunuhan Perempuan di Hotel Menteng Terekam CCTV 

Pembunuhan perempuan inisial IW (31) di hotel di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, terekam kamera CCTV.

Polisi kini tengah mengejar pelaku.

“Pelaku saat ini masih dalam pengejaran,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Teuku Arsya Khadafi, Jumat (28/5/2021) melansir Detikcom.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengumpulkan sejumlah rekaman CCTV di hotel untuk melacak jejak korban.

Dari rekaman CCTV yang diperoleh detikcom, pelaku masuk ke hotel di Jl Johar, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (26/5/2021) pukul 13.37 WIB. Sebelum masuk ke kamar korban, pelaku sempat ke toilet di lobi hotel.

Setelah itu, pelaku masuk ke kamar korban dengan menggunakan lift. Pelaku masuk ke kamar korban pada pukul 13.52 WIB.

Ciri-ciri Pelaku:

Pada pukul 14.37 WIB, pelaku keluar dari kamar dan meninggalkan hotel. Dalam rekaman CCTV pelaku terlihat menggunakan jaket dan celana selutut dan membawa tas selempang.

Korban pertama kali ditemukan tewas oleh sekuriti dan saksi yang juga teman korban. Korban ditemukan tewas dalam posisi telanjang dan kepala ditutupi 3 bantal.

Polisi mengatakan korban diduga tewas dibunuh oleh teman kencan. Sebelumnya, korban sudah mem-booking kamar tersebut untuk tiga hari.

“Diduga pelaku salah satu kenalannya melalui aplikasi medsos,” imbuhnya.

Polisi menyita sejumlah barang bukti terkait penemuan mayat tersebut, di antaranya kondom dan pakaian dalam korban.

(*)

ADVERTISEMENT