IDI Kabupaten Luwu Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Korban Banjir di Suli

113
ADVERTISEMENT

BELOPA – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Luwu, membentuk tim untuk memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada korban banjir di Kecamatan Suli.

Dalam kegiatan tersebut, IDI Kabupaten Luwu bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Luwu. Mereka melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di tiga titik masing-masing, Desa Malela, Desa Cimpu dan Desa Cimpu Utara.

ADVERTISEMENT

Di lokasi tersebut tidak kurang 300 korban banjir mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan gratis pada Jumat-Sabtu, 10-11 Juli 2020.

Kegiatan ini sendiri tetap menerapkan protokol kesehatan dimana masyarakat dihimbau untuk tetap menjaga jarak minimal 1 meter, cuci tangan menggunakan sabun, dan wajib mengenakan masker.

ADVERTISEMENT

IDI Kabupaten Luwu juga membagikan masker gratis untuk masyarakat yang datang berobat tanpa membawa masker.

Ketua IDI Kabupaten Luwu, dr Alauddin Jusuf mengatakan jika kegiatan tersebut, merupakan bagian dari program IDI Luwu, sebagai bentuk dedikasi kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Ini merupakan bagian dari program IDI Peduli, yang merupakan salah satu bentuk dedikasi IDI, kepada masyarakat Kabupaten Luwu yang saat ini sedang tertimpa musibah banjir,” katanya kepada Koran Seruya, Minggu (12/7/2020).

Sementara Sekretaris Dinkes Luwu, dr Rosnawary menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Luwu kepada IDI Cabang Luwu atas kepedulian yang telah diberikan kepada para korban banjir.

“Kita juga berharap agar sinergitas antara IDI dan pemerintah kabupaten dapat terus dijaga, dalam hal ini khususnya pada usaha peningkatan taraf kesehatan seluruh masyarakat Kabupaten Luwu,” katanya.

Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Luwu dalam beberapa hari terakhir ini menyebabkan banjir terutama di kawasan Kecamatan Suli.

Beberapa desa yang terdampak cukup parah antara lain Desa Cimpu, Cimpu Utara, Malela, Lempopacci, Buntu Kunyi, Botta dan Kelurahan Suli.

Selain mengalami kerugian materil, sekitar 1820 KK di daerah tersebut, juga mulai mengalami berbagai masalah kesehatan. Banyak masyarakat yang terserang keluhan gatal-gatal, sakit kepala, demam, batuk, flu, dan masalah-masalah kesehatan lainnya. (Iklas)

ADVERTISEMENT