Inna Lillahi… Wimar Witoelar Mantan Jubir Presiden Gusdur Meninggal Dunia

88
ADVERTISEMENT

JAKARTA–Mantan Juru Bicara Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, yakni Wimar Witoelar (WW) dikabarkan meninggal dunia. WW wafat pada usia 75 tahun.

Kepergian Wimar disampaikan salah satu sahabatnya, Rabu pagi (19/5/2021) sekira pukul 9.00 WIB.

ADVERTISEMENT

“Terima kasih doanya untuk rekan-rekan media, teman-teman dan sahabat WW di mana pun berada. Mohon WW dimaafkan. WW sudah pergi dengan tenang sekitar pukul 9 pagi,” tulis Direktur InterMatrix Communication (IMX) yang juga sahabat Wimar, Erna Indriana, dalam pesan singkatnya.

Pantauan Koran Seruya di berbagai media nasional dan sosial media, jenazah Wimar Witoelar tiba di rumah duka pada pukul 11.19 WIB.

ADVERTISEMENT

Jenazahnya dibawa mobil ambulans berwarna putih.

Saat jenazah eks Jubir Gusdur dikeluarkan dari ambulans, tangis keluarga Wimar pecah. Termasuk beberapa anggota Intermatrix Communications, yang merupakan PR Consultant milik Wimar.

Mereka tampak berpelukan, menguatkan satu sama lain. Kemudian, para kerabat langsung melaksanakan salat jenazah kepada Wimar.

Adapun salat jenazah dilaksanakan secara bergantian. Pasalnya, pandemi COVID-19 masih berlangsung.

“Saat ini kita akan melaksanakan salat jenazah. Ganti-gantian ya supaya tidak berkerumun,” ujar salah satu kerabat.

Sementara itu, suasana duka menyelimuti rumah Wimar Witoelar. Beberapa bendera kuning dipasang di sekitar rumah dan pinggir jalan.

Sebelumnya, Wimar, yang merupakan Pemilik Biro Konsultan IMX, dikabarkan kritis di rumah sakit Pondok Indah usai didiagnosis mengalami sepsis alias kondisi medis yang disebabkan oleh timbulnya peradangan karena infeksi yang masuk dalam tubuh.

Wimar, pria kelahiran 1945 itu dikenal sebagai eks Juru Bicara Kepresidenan Gusdur. Wimar jadi Jubir Presiden periode 2000-2001.

Dia sempat mencicipi sejumlah profesi, mulai dari wartawan, dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB), kolumnis, penulis, pengusaha, hingga pemandu acara talk show di televisi.

Tak ketinggalan, alumnus Universitas George Washington ini juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang kerap melakukan kritik pada era Orde Baru melalui program ‘Perspektif’ di SCTV. Program itu pun sempat disetop. Selain presenter program Perspektif ia juga sempat jadi host acara Selayang Pandang pada zaman orde baru.

Pria kelahiran Padalarang itu juga kerap dipercaya menjadi pembicara dalam berbagai acara internasional dalam bidang politik dan ekonomi seperti di Sydney, London, Washington, New York, hingga Singapura.

(*)

ADVERTISEMENT