Jadi Trending Topik di Tanah Air, Porang akan Jadi Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia

205
Syaharuddin Alrif yang juga Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, dikenal sebagai petani milineal porang. Dia juga dikenal sebagai pengagas tanaman porang di Sulsel, yakni dipusatkan di Sidrap.
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Tanaman porang mendadak jadi perhatian masyarakat Indonesia, terutama petani, setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Madiun, Jawa Timur, Kamis (19/8/2021) lalu.

Dalam kunjungannya ke Madiun, Jokowi menyempatkan diri berdialog langsung dengan perwakilan petani porang di sana.

Bahkan, saat berdialog petani, Presiden Jokowi menjanjikan akan mencarikan jalan keluar untuk mendapatkan teknologi mutakhir bagi pengolahan pupuk organik untuk tanaman porang, sebagaimana yang diusulkan oleh salah satu petani kepada Presiden.

Bahkan, melalui akun Instagramnya @jokowi, Presiden Jokowi menekankan bahwa tanaman porang akan jadi komoditas ekspor unggulan Indonesia.

ADVERTISEMENT

Sebagian orang mungkin masih asing dengan tanaman porang. Saat ini, sudah banyak petani meraup pendapatan yang cukup besar dari bertanam porang.

Yang terbaru, melalui akun Instagramnya @jokowi, Presiden Jokowi kembali menekankan bahwa tanaman porang akan jadi komoditas ekspor unggulan Indonesia.

Menurut Presiden Jokowi, tanaman porang dapat menjadi pengganti nasi. Selain tinggi akan kandungan karbohidrat, umbi yang satu ini juga tinggi akan kalsium dan rendah gula. Saat ini, tepung porang banyak diekspor dan digunakan sebagai bahan dasar shirataki di Jepang

Di Sulsel, nama Syaharuddin Alrif yang juga Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, dikenal sebagai petani milineal porang. Dia juga dikenal sebagai pengagas tanaman porang di Sulsel, yakni dipusatkan di Sidrap.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sudah pernah mengunjungi perkebunan porang milik Syaharuddin Alrif di Kecamatan Wattang Sidenreng, Sidrap. Menurut Syahrul, budidaya porangn sudah berkembang di area 50.000 hektare di seluruh Indonesia.

Padahal, awalnya porang hanya dikembangkan pada 19.000 hektare di lahan milik petani.

“Hari ini seperti apa yang diharapkan Presiden, budidaya kami kembangkan. Sekarang ini berkembang dari 19.000 hektare menjadi hingga 50.000 yang ada di seluruh Indonesia,” kata Syahrul.

Sebenarnya, porang sudah dikenal sejak lama di Indonesia. Bahkan, pada masa penjajahan Jepang, masyarakat di sekitar hutan dipaksa untuk mendapatkan porang sebagai bahan pangan dan industri mereka.

Seperti dilansir dari website Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, tanaman porang merupakan tanaman anggota family Aracacea yang secara umum dikenal dengan nama bunga bangkai karena baunya yang tidak sedap.

Bahkan, di beberapa daerah, porang dikenal dengan nama yang berbeda-beda. Ada yang menyebutnya iles-iles, iles kuning acung atau acoan. Sepintas, tanaman porang mirip dengan suweg (Amorphophallus Campanulatus), iles-iles putih (Amorphophallus Spp), dan walur (Amorphophallus variabilis).

Seperti tanaman umbi-umbi lain, porang juga mengandung karbohidrat, lemak, protein mineral, vitamin, kristal kalsium oksalat, alkaloid, dan serat pangan. Karbohidrat merupakan komponen penting dari umbi porang yang terdiri atas pati, glucomannan serat kasar dan gula reduksi.

Porang juga memiliki kandungan glukomanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman kerabat yang lain. Kandungan lainnya pada porang di antaranya kristal kalsium oksalat, berbentuk jarum, inilah yang menyebabkan lidah dan tenggorokan terasa gatal dan panas saat mengonsumsinya.

Keberadaan kalsium oksalat pada porang ini pula yang membuatnya terbatas untuk pemanfaatan porang sebagai bahan pangan.

Akan tetapi, melalui perlakuan pendahuluan yang tepat seperti adanya perendaman dalam larutan garam atau asam, sebagian besar kalsium oksalat dapat dihilangkan. Sementara itu, Ina mengatakan, dari semua bagian tanaman, umbi porang memiliki nilai jual tinggi.

Umbinya yang dimanfaatkan dan memiliki nilai jual. (Umbinya memiliki) kandungan Glucomannan dan kalsiumnya tinggi,” kata Ina. Menurut dia, porang juga bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan konsumsi, tetapi juga membuat lem organik serta penjernih air.

Bahkan, menjadi salah satu bahan pembuatan komponen pesawat terbang. Produk porang yang biasa diolah dan dipasarkan dari umbi segar adalah chips, tepung porang (konjac flour), dan tepung glukomanan (konjac glucomanna. (***)

ADVERTISEMENT