Jenazah Praka Muh Dirham Diterbangkan dari Sorong Besok, Begini Kata Keluarganya di Luwu

6483
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Jenazah empat prajurit TNI AD yang gugur akibar serangan brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Kiros, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat,  dievakuasi ke Kota Sorong.

Para prajurit yang gugur ini, bertugas di Pos Rayon Militer (Pos Ramil) Persiapan, Kamis (2/9/2021) dini hari.

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menegaskan, evakuasi dilakukan terhadap korban yang gugur, serta korban luka,

Menurut Jenderal TNI AD bintang dua ini, anggotanya yang mengalami luka sedang menjalani pengobatan di rumah sakit umum di Sorong Selatan.

ADVERTISEMENT

Menurut Nyoman, setelah berhasil dievakuasi ke Kota Sorong, rencananya jenazah para korban akan langsung diserahkan kepada pihak keluarga.

Menurutnya, Kodam XVIII/Kasuari tengah berkoordinasi dengan keluarga para korban yang gugur.

Pos Ramil Kisor, Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, diserang oleh sejumlah orang diduga kelompok separatis.

Keempat prajurit TNI AD tersebut diserang saat sedang tidur di Posramil Kisor. Keempat anggota TNI AD yang ditemukan meninggal dunia tersebut masing-masing Serda Amrosius, Praka Dirham, Pratu Zul Ansari, dan Lettu Chb Dirman.

Sedangkan Lettu Chb Dirman Komandan Posramil Kisor ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam semak-semak belukar tak jauh dari pos.

Selain itu,  satu anggota TNI AD Pratu Ikbal hingga kini dinyatakan hilang dan belum ditemukan.

Dari empat prajurit TNI AD yang gugur tersebut, Praka Muh Dirham berasal dari Bonelemo, Kabupaten Luwu, Sulsel.

Kepala Desa Bonelemo, Baso, membenarkan Praka Dirham adalah keponakannya. Melalui akun Facebook-nya, Baso menginformasikan kabar duka tersebut.

INNALILLAHI WAINNA ILAIHI RAJIUN
Kemanakan saya (anak kakak), Muhammad Dirham, meninggal dunia dalam tugas di Papua. Bersamanya, gugur bbrp Prajurit TNI, Kamis dini hari. Mereka meninggal sebagai prajurit yg dikirim untuk membantu pengamanan di Papua. Selama menjadi Anggota TNI, dia bertugas di Gorontalo dan menikah dg gadis Gorontalo bbrp tahun lalu. Saat ini, jenasahnya masih berada di Papua dan besok akan di makamkan di Kabupaten Pangkep.  Kami mohon doa dari seluruh keluarga agar dia mendapatkan ampunan dan digabungkan dgn kafilah orang2 suci. Bihaqqi Muhammadin wa Alihi, Alfatiha.

Postingan Paman Praka Dirham di Luwu melalui Facebooknya, kades Bonelemo Baso

Diberitakan KORAN SERUYA sebelumnya, Praka Muh Dirham sejak kecil tinggal bersama kakeknya di Bonelemo. Setamat SD, Praka Dirham mengikuti kakeknya ke Kediri.

Orangtua Praka Dirham tinggal di Pangkep karena bekerja sebagai PNS.

Sebelum bertugas di Papua Barat, Praka Dirham bertugas di Gorontola. Di Gorontalo, Praka Dirham menemukan pujaan hatinya hingga menikah dan dikaruniahi satu anak. (***)

ADVERTISEMENT