Keluarga Miskin yang Tiga Anaknya Alami Disabilitas dan Malnutrisi di Palopo Hidup Memprihatinkan, Kadis Sosial: Masih Terus Kami Bantu!

177
ADVERTISEMENT

PALOPO — Meskipun Palopo dikenal sebagai Kota Sehat, namun rupanya, masih ada juga warganya yang mengalami malnutrisi (kurang gizi).

Bukan hanya itu, tiga orang saudara yang tinggal di kelurahan Pattene, Kecamatan Wara Utara tersebut menderita kelainan genetik. Dua diantaranya bahkan mengalami lumpuh layu (penyandang disabilitas).

ADVERTISEMENT

Yang membuat miris, bantuan disabilitas bagi mereka kabarnya justru sudah ditarik pemerintah, meski orangtua tergolong orang tak mampu.

Tiga bersaudara yang menderita kelainan genetik sejak berusia diatas dua bulan itu kesehariannya di rumah saja. Ketiga saudara ini juga menderita katarak dan buta. Dua diantaranya menderita lumpuh layu. Astagfirulah….

ADVERTISEMENT

Meskipun ia mengaku, dalam kondisi serba kekurangan dan minim bantuan pemerintah, namun kedua orangtuanya, merawat ketiga anaknya itu dengan penuh kasih sayang.

Pasangan Sulaiman dan Nurjanna, memiliki 6 orang anak. Dua diantaranya sudah meninggal dunia.

Ketiga anaknya yang sementara dirawat di rumahnya di Pattene, semuanya dalam kondisi memprihatinkan.

Masing-masing anaknya itu yakni Nur Khoir Saputra (20), Putri Nur Cantika (15) dan Rifal Nur Eksa Anugrah (8).

Sementara Padli Nur Hidayat (23) sang kakak, sudah meninggal dunia.

Untuk menghidupi anaknya, Sulaiman hanya mengandalkan usaha menjual es keliling dan istrinya, Nurjanna hanya menjual gorengan. Namun, di masa pandemi Covid-19, saat ini, mereka tak berpenghasilan, sehingga pasangan suami istri ini banting setir menjual ikan.

Meski demikian, pasangan suami istri ini masih tetap kekurangan apalagi, mereka harus menyisipkan uang sebesar Rp.360 ribu setiap bulannya untuk membeli susu demi memenuhi nutrisi anaknya, khususnya yang mengalami lumpuh layu.

Pengakuan sang ayah, kondisi ini semakin diperparah sejak Pemerintah Kota Palopo menarik kembali bantuan penyandang disabilitas bagi anaknya. Ia mengaku, bantuan tersebut sudah tak pernah diterima sejak empat tahun lalu.

Selain itu bantuan susu rutin untuk nutrizi dari dinas kesehatan kota palopo juga sudah tidak pernah diterima beberapa tahun terakhir.

Pihak puskesmas setempat hanya memberi bantuan biskuit untuk ketiga anaknya.

Kedua orang tua berharap agar pemerintah kota palopo mengembalikan bantuan disabilitas bagi anaknya sebesar Rp300 ribu untuk membantu keuangan keluarga membeli susu demi mencukupi nutrizi ketiga anaknya.

Saat ini bantuan dan uluran tangan para dermawan sangat dibutuhkan, apalagi saat ini mereka masih tinggal menumpang di rumah kerabatnya.

Kadis Sosial kota Palopo, Awaluddin. (Foto: Ist)

Penjelasan Kadis Sosial Palopo

Saat Koran Seruya mengonfirmasi masalah ini pada Kepala Dinas Sosial Kota Palopo, Awaluddin, ia menyampaikan, bahwa keluarga bapak Sulaiman dan Nurjanna tersebut sudah sering dibantu oleh Pemerintah Kota Palopo.

Ia merincikan secara tertulis bentuk-bentuk bantuan yang sudah diberikan Pemkot melalui OPD yang ia pimpin, maupun lewat program lain di Provinsi maupun di Pusat. Mulai dari bantuan kursi roda dari Dinsos yang sumber dananya dari APBD kota Palopo, juga bantuan beras daerah atau Raskin yang diberikan sejak 2016 sampai sekarang.

“Kami sudah cukup banyak memberikan bantuan kepada keluarga bapak Sulaiman dan ibu Nurjanna, anaknya dua orang ini sementara diusulkan bantuan Disabilitas, karena anaknya yang pertama meninggal, sehingga bantuan itu tidak bisa otomatis berpindah ke adiknya. Bantuan tersebut kami upayakan dari Kemensos di Pusat, kemudian juga sudah kami usulkan untuk PKH (Program Keluarga Harapan), baru-baru ini sudah dapat Sembako, jadi banyak mi bantuannya,” terang Awaluddin.

Bukan cuma itu, Kadis Sosial Palopo melanjutkan, Bantuan Sosial Tunai (BST) pun pasangan keluarga Sulaiman-Nurjanna dapatkan, berupa uang tunai di masa Pandemi sebesar Rp600 ribu per bulan, dan juga bantuan beras dari Provinsi Sulsel dan masih banyak lagi lainnya, pungkasnya.

Berikut daftar rinci bantuan yang diterima oleh keluarga Sulaiman-Nurjanna untuk anak-anaknya yang menyandang disabilitas dan malnutrisi tersebut.

(iys)

ADVERTISEMENT