Kerangka Mayat Perempuan Diawetkan Formalin Ditemukan di Malbar Luwu Utara, Kuburannya Diduga Tergerus Banjir Hingga Terbawa Arus Sungai

1506
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Warga di sekitar bantaran Sungai Layar Putih, Desa Wara, Kecamatan Malangke Barat, Luwu Utara, Sulsel, heboh karena adanya penemuan kerangka mayat, Sabtu (4/9/2021) sore, sekitar pukul 16:00 Wita.

Kerangka mayat tersebut diduga berada di bantaran Sungai Layar Putih akibat terbawa banjir dari desa lain di Luwu Utara.

Kerangka mayat tersebut telah dievakuasi relawan Basarnas, PMI bersama tim Inafis Polres Luwu Utara ke RSUD Andi Djemma Masamba.

Camat Malangke Barat, Sulpiadi saat dikonfirmasi KORAN SERUYA via ponselnya, membenarkan penemuan kerangka mayat tersebut. “Sudah kami evakuasi ke RSUD Andi Djemma bersama tim Inafis Polres Luwu Utara, Basarnas dan PMI,” kata Sulpiadi.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, kerangka mayat tersebut bukan warga desa Wara atau warga di sekitar lokasi penemuan kerangka mayat tersebut. Sebab, tidak ada warga yang melaporkan adanya kehilangan sanak keluarga.

Apalagi diduga kuat kerangka mayat tersebut sudah lama dikuburkan dengan cara diawetkan formalin sehingga sebagian masih utuh. Kerangka mayat tersebut berjenis kelamin perempuan.

Menurut Sulpiadi, pihaknya berkoodinasi dengan pemerintah kecamatan lainnya di Luwu Utara, terutama pemerintah kecamatan bertetangga dengan Malangke Barat karena dduga kerangka mayat yang diawetkan formalin tersebut sudah lama dikuburkan, namun terbawa arus banjir yang beberapa hari terakhir melanda sebagian wilayah di Luwu Utara.

Dikatakan Sulpiadi, pihaknya berkoordinasi dengan salah satu Kepala Dusun di Kecamatan Baebunta Selatan, tepatnya Dusun Suka Makmur, Desa Lembang-Lembang.

“Saya berkoordinasi dengan Ibu Dusun Suka Makmur karena di wilayahnya terdapat pemakaman khusus warga Nasrani terkait penemuan kerangka mayat ini. Sebab ditengarai kerangka mayat yang diawetkan formalin, berjenis kelamin perempuan berasal dari salah satu makam yang tergerus banjir di Dusun Suka Makmur,” katanya.

Tak hanya itu, Sulpiadi mengimbau warga yang kehilangan mayat keluarganya akibat kuburannya terkikis banjir di sekitar wilayah Malangke Barat, Malangke, Baebunta dan Baebunta Selatan, supaya berkoordinasi dengan Polres Luwu Utara. (***)

ADVERTISEMENT