Korban Rusuh Wamena, 4 Warga Lutim Pulang dengan Hercules

899
Empat warga Luwu Timur sebelum berangkat dari Timika ke Makassar, pagi tadi.

MAKASSAR — Empat warga Luwu Timur dipulangkan ke Makassar menggunakan pesawat Hercules milik TNI, Rabu (02/10/2019) pukul 10.00 wita waktu Jayapura menuju ke Bandara Hasanuddin. Keempat warga tersebut masing-masing Marten Tandi asal Mangkutana, Cristopolus Leman, Intan serta Irwansyah beralamat di Wasuponda.

Wakil Ketua Kerukunan Keluarga Luwu (KKL) di Timika, Arham mengungkapkan, keempat warga Luwu Timur itu berhasil selamat dari kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua, pekan lalu. Setelah selamat, mereka langsung ditampung di Posko KKL di Timika. ” Tidak ada barang berharga yang dibawa. Bersyukur karena masih bisa menyelamatkan dirinya,” kata Arham saat dihubungi.

Arham mengungkapkan, sebenarnya masih ada sejumlah warga asal Luwu Raya yang berada di posko pengungsian di Timika. Namun, baru keempat warga tersebut yang berhasil dipulangkan. ” Teman-teman KKL di Timika memberikan sumbangan ala kadarnya kepada keempatnya untuk ongkos pulang setelah tiba di Makassar menuju ke Luwu Timur,” katanya.

Selain warga Luwu, ungkap Arham, di Timika juga banyak warga Toraja korban rusuh Wamena yang mengungsi. ” Mereka dalam keadaan trauma,” ujarnya. Sementara itu, Pemkab Luwu mengirimkan tim ke Papua. Mereka terdiri dari Daud Mustakin dan Arif dari Dinas Kesehatan Luwu, Karyadi dan Akmal Hasan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Suradi DM dari Pemuda Pancasila Luwu.

Sebelumnya, Bupati Luwu, Basmin Mattayang sudah memerintahkan kepada dinas terkait untuk segera berangkat ke Papua untuk menolong warga Luwu yang menjadi korban. “Saya tidak mau keluarga kita yang ada disana terlantar tidak terurus. Dari Badan Bencana juga ikutkan minimal dua orang untuk membantu. Buat dapur umum dan lain-lain yang diperlukan,” katanya.

Sementara itu, Badan Pengurus Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKL) kota Jayapura, Provinsi Papua melansir, sebanyak 157 warga asal Luwu Raya, kini berada di posko pengungsian di Sentani dan Kota Jayapura. Mereka adalah korban kerusuhan yang terjadi di Wamena, 23 September lalu.

Ketua KKL Kota Jayapura, Syamsuddin mengatakan, sebagian besar warga Luwu Raya itu tidak sempat menyelamatkan harta bendanya saat kerusuhan terjadi.

” Kami sudah melakukan penggalangan dana untuk saudara kita. Tapi itu belum cukup untuk kebutuhan di posko pengungsian,” katanya dalam rilisnya, Selasa (01/10/2019).

Ia mengungkapkan, sebagian besar dari mereka ingin pulang kampung. ” Kami berharap pemerintah di tiga kabupaten dan kota di Luwu Raya membantu untuk ongkos pulang,” katanya.

Ia berharap ada langkah dari pemerintah di Luwu Raya untuk memulangkan warga dengan cepat. ” Supaya mereka tiba di kampung dan memulihkan trauma yang dialami di Wamena,” ujarnya.(fit/adn)