Judas Amir Tangkis Isu Hoaks dan Singgung Bantuan untuk Warga Palopo Digarap Hati-hati Supaya Tidak Salah Sasaran

193
Walikota Palopo HM Judas Amir menggelar Jumpa Pers terkait penanganan Covid-19 di kota idaman Palopo, Selasa 12 Mei 2020.

KORANSERUYA–Adanya kabar hoaks seputar penanganan Covid-19 dan hubungan antarlembaga eksekutif-legislatif yang santer diisukan agak renggang akhir-akhir ini membuat Walikota Palopo, HM Judas Amir merasa perlu untuk meluruskan dan mengklarifikasi tentang rumor-rumor tersebut.

Orang nomor satu di kota Palopo itu menggelar Jumpa Pers pukul 13.30 Wita, di lantai III Kantor Walikota Jalan Andi Djemma Wara Palopo, Selasa 12 Mei 2020.

Didampingi Sekda dan para Asisten serta Plt Kadis Kesehatan, Kepala BPKAD dan Kabag Humas serta Kepala Badan Kesbangpol, walikota HM Judas Amir pun menjelaskan beberapa hal penting yang menurutnya perlu diketahui masyarakat.

Selain memaparkan soal dasar hukum refocusing anggaran di APBD TA 2020, yang menurutnya tak perlu persetujuan anggota DPRD Palopo, HM Judas Amir juga menyebut beberapa program bantuan, baik yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Palopo maupun yang tak lama lagi akan segera dibagikan ke masyarakat terdampak Covid-19

“Ada program yang memang dananya sudah siap, sudah turun, tapi belum kami bagikan, seperti BST atau Bantuan Sosial Tunai, bagi 9.569 KK, dananya sudah siap tapi kita diberi kesempatan untuk merevisi, supaya tidak ada kekeliruan. Pemkot ingin lebih teliti supaya tidak salah sasaran makanya agak lambat,” kata dia.

“Ke depan 6.000 UMKM akan kita bantu, kita kasih uang tunai Rp600 ribu per bulan selama Pandemi ini berlangsung,” jelas Judas Amir.

Ia melanjutkan, kelompok wartawan juga akan kita masukkan kepada mereka yang ikut terdampak Covid-19, mereka akan kita beri juga bantuan, katanya.

Walikota Palopo mewanti-wanti agar penyaluran bantuan ini tepat sasaran, dan jika ada penyimpangan, ia minta warga tak segan melapor.

“Kita tidak ingin ada anggota masyarakat yang terdampak Covid-19 yang tidak terima bantuan, karena kita semua nanti akan malu, bukan cuma walikota saja yang malu, tapi anda semua, karena kita semua adalah satu keluarga besar di kota Palopo ini,” pungkas Judas. (iys)